Virtual Reality : Mahakarya Bidang Komputer yang Sulap Dunia Virtual Jadi Nyata

0
25

Tangerang, Nextgen — Teknologi komputer memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Komputer mempermudah manusia dalam banyak hal seperti menyimpan data, melakukan kalkulasi dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, komputer semakin berkembang dan dipakai untuk melakukan tugas yang jauh lebih krusial.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang komputer, baiknya kita samakan dulu pemahaman tentang komputer. Sebenarnya komputer itu apa? Apakah komputer itu sebatas PC?Jadi, komputer adalah semua perangkat elektronik yang berfungsi untuk menyimpan dan mengolah data serta mampu melakukan sesuatu berdasarkan perintah yang diberikan.

Nah, sekarang persepsi kita tentang komputer tidak hanya terkungkung pada PC yang sering kita lihat. Komputer itu banyak ragamnya dan luas penerapannya.

Saat ini, hampir tidak ada sektor yang terlepas dari bantuan komputer. Bidang kesehatan menggunakan komputer untuk memeriksa detak jantung dan keperluan operasi. Di sisi lain, bidang militer menggunakan komputer untuk keperluan pemantauan. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita butuh bantuan komputer untuk berkomunikasi dengan orang yang lain diluar sana.

Lalu sampai sejauh mana komputer akan terus berkembang?

Saat peradaban manusia terus berkembang maka disitu pula komputer akan terus berkembang. Dari yang dulunya hanya mampu melakukan hal-hal sederhana, kini komputer bahkan telah mampu membuat sesuatu yang maya terasa seperti nyata. Ya, Kali ini kita akan membahas salah satu mahakarya di bidang komputer yaitu virtual reality.

Serba-serbi mengenai virtual reality

Virtual reality atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah realitas maya, merupakan sebuah teknologi yang berisikan simulasi komputer mengenai keadaan suatu lingkungan dan membuat penggunanya seakan-akan dapat berinteraksi dengan lingkungan tersebut.

Perangkat pendukung virtual reality. Courtesy of bukalapak.com

Virtual reality menyimpan data suasana lingkungan virtual di dalam perangkat pendukung. Perangkat pendukung ini biasanya berupa kacamata, headphone, walker dan sarung tangan. Komputer ini bekerja dengan memanipulasi otak kita melalui panca indra, terutama mata. Sebuah penelitian mencatat bahwa 80 persen dari persepsi kita ditentukan dari informasi yang kita dapat melalui mata.

Peran mata yang krusial pada manusia menjadi dasar virtual reality mampu membuat orang benar-benar merasakan sesuatu yang maya menjadi nyata. Ketika masuk ke dalam dunia virtual reality, tubuh kita bisa merasakan dinginnya kutub bahkan ketika kita berada di ruangan yang sangat panas di dunia nyata. Hal ini disebabkan karena otak sudah membuat persepsi berdasarkan apa yang kita lihat yaitu suasana kutub, sehingga indra lain turut mengikuti perintah otak bahwa apa yang kita lihat adalah nyata.

Dalam virtual reality terdapat beberapa komponen penting yaitu virtual world dan immersion. Dua komponen ini harus terpenuhi agar dapat dinobatkan sebagai virtual reality. Virtual world merupakan suasana maya yang diciptakan baik itu susana perang, alam dan lain-lain. Sedangkan immersion merupakan sensasi yang dirasakan oleh pengguna.

Immersion terbagi menjadi tiga komponen yaitu mental immersion, physical immersion dan mentally immersion. Mental dan Physical immersion berarti penggunan harus larut secara emosi dan fisik ke dalam dunia virtual. Sedangkan mentally immersion berarti pengguna larut pada suasana yang terjadi dalam dunia virtual.

Penerapan virtual reality dalam berbagai sektor

Aplikasi dari virtual reality tidak hanya sebatas pada merasakan sensasi nyata pada dunia virtual. Teknologi ini banyak digunakan untuk bidang kesehatan, militer, penerbangan dan lain-lain. Di bidang kesehatan teknologi ini diyakini mampu membantu proses pengurangan rasa sakit pada pasien luka bakar dan membantu pasien sembuh dari fobianya.

Bidang militer memanfaatkan virtual reality untuk melatih prajurit untuk perang. Para prajurit akan dipakaikan perangkat-perangkat virtual reality sehingga merasakan suasana dan sensasi perang. Dalam hal ini, virtual reality dianggap lebih efisien ketimbang membuat simulasi perang di dunia nyata.

Bidang penerbangan juga memanfaatkan virtual reality untuk melatih calon pilot. Tentu calon pilot tidak langsung diminta mengendarai pesawat asli. Hal ini tentunya mengancam keselamatan pilot dan orang lain. Oleh karena itu, calon pilon dilatih menggunakan virtual reality guna menjamin keselamatan namun tetap menghadirkan sensasi menerbangkan pesawat.

Menarik kan? Bagi kamu yang tertarik untuk menekuni teknologi virtual reality, jurusan Computer System Engineering STEM Prasmul merupakan pilihan yang tepat untuk kamu. Kamu bisa cek info nya disini.

Yuk bantu share konten ini ke orang lain supaya mereka gak ketinggalan info menarik ini. See ya!