Terbilang Mahal, Furniture Rotan Indonesia Lebih Terkenal di Mancanegara

1
30

Rotan merupakan hasil hutan non kayu dengan nilai ekonomi yang tinggi. Rotan merupakan salah satu kekayaan alam yang besar eksistensinya di Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai pemasok bahan baku rotan adalah Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dengan kurang lebih 622 ribu ton/tahun.

Mayoritas rotan di Indonesia masuk dalam industri mebel atau furniture. Pertumbuhan industri rotan memiliki pertumbuhan 0,79 persen per tahun, yang mana mencapai angka 372,761 ton pada 2006. Angka tersebut hanya separuh dari potensi bahan baku yang dapat dihasilkan Indonesia per tahunnya.

Seiring perkembangan zaman dan eksistensi desainer, banyak desainer dan perusahaan furniture Indonesia yang mulai bergerak di bidang produksi rotan dengan konsep desain, estetika, dan keunikan. Namun dibalik itu semua, produksi untuk mencapai kualitas dan target produk yang ditujukan tidak murah. Oleh karena itu, harga-harga produk furniture rotan dengan kualitas tinggi, desain yang unik, ergonomis, dan banyak aspek lainnya tergolong tinggi untuk dijangkau oleh pemakai lokal. 

Baca juga : Jatuh Bangun Merek Sepatu Lokal ‘Bertarung’ dengan Merek Sepatu Global

Harga satu kursi yang tergolong tinggi atau terhitung jutaan menyebabkan tidak semua masyarakat lokal dapat menggunakan dan menikmati furniture lokal yang dibangga-banggakan. Estetika itu hanya dapat dinikmati kalangan atas dilihat dari harga dan kebutuhan kursi yang dapat dipenuhi masyarakat menengah.

Selebihnya, produk akan diekspor keluar negeri dan bahkan lebih dikenal dan dihargai luar negeri daripada masyarakat lokalnya sendiri. Berbagai produk rotan Indonesia telah mengisi laman pameran, museum, bahkan film luar negeri. 

Indonesia cukup mengambil peran penting dalam furniture dan desain karya industri rotan dalam ranah global dari aspek seni, ergonomis, desain, teknik pengolahan, bahkan keunikan, dan otentik Indonesianya. Jika tujuan produksi ditujukan untuk ekspor global, setidaknya produk dapat dipasarkan, diperkenalkan, dan menjadi produk sehari-hari masyarakat dunia melalui aspek fungsionalnya terlebih dari aspek dekoratifnya. Oleh karena itu, industri rotan di Indonesia dapat memiliki kedudukan pasti di ranah pasar global.

Ditulis oleh Michelle Vanessa Thang