Teknologi dan Sains Selamatkan Nasib Sampah Masker Sekali Pakai

0
41

Penulis : Salwa Fitriya
Asal Sekolah : SMAN 6 Semarang

“Sampah lagi, sampah lagi. Kapan sih kita bisa terlepas dari masalah yang satu ini?

Halo, NextGeners! Udah tidak asing lagi dengan kata Covid-19, bukan? Rasanya, baru kemarin kita dengar berita kasus positif pertama, eh ternyata udah hampir 2 tahun kita perang melawan virus yang satu ini. Selain membunuh banyak korban dan menggetarkan perekonomian dunia termasuk di Indonesia, pandemi Covid-19 juga berdampak negatif pada lingkungan di sekitar kita. Mulai dari penggunaan desinfektan, limbah masker yang menggunung, suntikan bekas, limbah APD sekali pakai, dan lain sebagainya.

Kalian pernah kebayang tidak sih, berapa banyak sampah anorganik yang ditimbulkan akibat pandemi ini? Masker sekali pakai misalnya, menurut The Independent, studi yang dilakukan oleh Southern Denmark memperkirakan sebanyak 129 miliar masker dibuang setiap bulannya. Selain itu, menurut laporan yang disampaikan oleh Ocean Asia 2020 yang berjudul “Mask on the Beach”, sebanyak 1,6 miliar sampah masker berakhir di lautan. Menurut data LIPI, di DKI Jakarta sendiri, terdapat 1.500 kg limbah masker sekali pakai sejak bulan April tahun 2020. Wah, banyak banget, kan?

Bahan dari masker sekali pakai yang umumnya terbuat dari polipropilen yang termasuk salah satu jenis plastik membuat masker medis membutuhkan waktu lama untuk terurai, sampai 450 tahun loh! Hmm, lebih lama dari pada masa penjajahan di Indonesia, dong? Iya.

Penggunaan masker untuk menghindari droplet memang sangat dibutuhkan. Bagai pisau bermata dua, penggunaan masker sekali pakai memberikan manfaat sekaligus ancaman bagi lingkungan. Hewan di laut memang tidak terjangkit Covid-19, namun mereka turut merasakan imbas dari limbah yang digunakan manusia untuk menjaga diri dari virus tersebut.

Eits, tapi jangan sedih, berkat adanya inovasi dari ilmuan dan generasi muda yang kreatif dan inovatif, masalah sampah masker sekali pakai ini dapat diatasi, atau setidaknya dikurangi, deh. Adanya perkembangan zaman terutama di bidang sains dan teknologi membuat manusia terus berinovasi dengan memunculkan penemuan-penemuan baru yang tentunya membantu kehidupan kita, terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini. “Dengan sentuhan sains dan teknologi, masalah pasti dapat teratasi”.

NextGeners pernah tidak sih merasa bingung harus membuang masker sekali pakai kemana? Takut kalo ada yang menggunakannya lagi atau menjadi sumber penyakit?

Courtesy of pingpoint.co.id

Nah, mahasiswa dari UGM, ITB, dan UNS punya jawabannya, nih. Namanya “Dumask” (Dropbox-Used Mask), Dumask bertujuan untuk menyediakan jalur pembuangan masker dan sarung tangan bekas dari masyarakat umum yang aman dan ramah lingkungan. Dumask menggunakan aplikasi dan website sebagai media penyedia informasi mengenai keadaan kotak yang sebelumnya telah diletakan di beberapa lokasi, jika kotak sudah penuh maka akan muncul notifikasi.

Selanjutnya, petugas akan datang dan mengambil kotak tersebut kemudian menghancurkan masker dan sarung tangan menggunakan pemanasan bersuhu tinggi atau yang dikenal dengan teknologi termal, yaitu pirolisis dan incinerator. Chandra, mahasiswa UGM yang juga salah satu penemu Dumask mengatakan bahwa kotak tersebut dapat menampung 500 masker/sarung tangan bekas. Wah, sangat membantu kita, ya? Jadi ga bingung lagi deh harus buang sampah masker kemana.

Selain itu, untuk mengurangi limbah plastik, Parangpong Raw Lab berhasil membuat limbah masker menjadi bahan tembok (wall tiling). Pengolahan limbah masker menggunakan metode waste material dengan teknologi hydro thermal. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Parangpong Raw Lab, menggunakan 10 gram masker yang berisi dari 2000 pieces masker yang dapat diolah menjadi satu tiling ukuran 10×20 meter.

Wow, keren banget kan inovasi-inovasi di atas? Semua itu tidak terlepas dari pentingnya peran sains dan teknologi dalam membantu manusia di masa pandemic saat ini. Oleh karena itu, yuk kita bersama-sama belajar dan menguasai STEM agar dapat memunculkan ide menarik yang bermanfaat bagi sesama!