Teknologi dan Perang terhadap Infodemik

0
46

Penulis : Gunawanwan
Asal Sekolah : SMA Unggulan CT Foundation

Tak dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 menjadi momok besar yang memporak-porandakan seluruh lini kehidupan masyarakat hampir di seluruh dunia. Lebih dari 4 juta penduduk dunia meninggal akibat pandemi ini. Jutaan orang harus kehilangan orang-orang yang dicintai. Dunia juga diberondong dengan isu perekonomian yang masif. Setiap negara melaksanakan berbagai macam kebijakan publik sebagai bentuk respon terhadap ancaman pandemi Covid-19, mulai dari kebijakan lockdown, hingga vaksin.

Berbeda dengan pemerintah, masyarakat memiliki berbagai macam respon. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa pandemi Covid-19 adalah hal yang dibesar-besarkan. Ada berbagai macam berita hoaks yang menggiring opini masyarakat untuk tidak percaya kebenaran pandemi Covid-19 yang nyatanya dihadapi oleh berbagai negara di dunia.

Infodemik, begitu istilah yang disematkan untuk berbagai informasi hoaks yang berkaitan dengan pandemic Covid-19, merupakan ancaman yang sama bahayanya dengan Covid-19. Fenomena yang paling sering muncul adalah informasi obat penangkal Covid-19 non-medis yang menyebabkan korban nyawa.

Selain itu, berita hoaks ini juga mengakibatkan panic buying yang sangat meresahkan masyarakat. Kegiatan vaksinasi yang diinisiasi pemerintah sebagai respon penanganan terhadap pandemi ini juga mengalami kendala karena infodemik yang tersebar di masyarakat. Hal seperti ini yang mengakibatkan lambatnya penanganan Covid-19, khususnya di Indonesia.

Perang terhadap Infodemik terjadi sangat sengit. Perkembangan teknologi dan informasi menjadi salah satu solusi yang cukup efektif untuk mengatasi kasus infodemik. Dengan adanya pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan misalnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berhasil menemukan ratusan informasi hoaks yang tersebar di ribuan platform digital.

Pipl.com dan Google Image Search dapat digunakan untuk membantu memvalidasi penulis dan gambar yang muncul di berita apakah informasi tersebut bisa dipercaya atau tidak. Berbagai macam media juga harus lulus International Fact Check sebagai validasi keakuratan berita yang disampaikan oleh media tersebut. Pemerintah Indonesia juga menyediakan laman s.id/infovaksin untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi yang valid berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Hal yang menarik dari perkembangan teknologi dan informasi adalah dengan pemanfaatan social media, khususnya tiktok dan Instagram yang kini menjadi salah satu social media yang sangat popular di kalangan generasi milenial. Ketertarikan terhadap informasi ilmiah dan popular juga saat ini telah berkembang menjadi berita yang dilirik dan dicari oleh masyarakat. Komitmen dan keseriusan pihak pengembang Instagram dan Tiktok untuk terlibat dalam perang terhadap infodemik dan berita hoaks juga diharapkan mampu membantu mengatasi isu ini.

Perkembangan dan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan diharapkan mampu memenangkan perang terhadap infodemik dan berita hoaks agar mempermudah masyarakat mendapatkan informasi yang valid selama masa pandemic Covid-19. Keberhasilan menghapus semua infodemik ini juga akan sangat berhasil jika ditopang oleh kemampuan masyarakat untuk lebih kritis mencari informasi yang valid.