Tak Hanya Mesin, Bentuk Bodi juga Pengaruhi Tingkat Penggunaan Bahan Bakar pada Mobil

0
215

Tangerang, Nextgen — Pernahkah kamu mendengar istilah aerodinamika? Atau kamu belum pernah mendengar istilah ini sama sekali? Sederhananya, aerodinamika merupakan ilmu yang mempelajari tentang pergerakan fluida, seperti air dan udara, serta interaksinya dengan benda padat.

Tanpa disadari, aerodinamika banyak diterapkan pada benda yang sering kamu amati. Pipa air, pesawat terbang, kapal laut dan lainnya merupakan benda yang erat kaitannya dengan aerodinamika. Nah, yang satu ini tak kalah penting, mobil yang kamu amati atau kendarai pun didesain dengan mempertimbangkan keilmuan tersebut.

Kalau ditanya, apa yang membuat sebuah mobil ‘boros’ bahan bakar, apakah kamu akan menjawab karena kualitas mesinnya yang ‘jelek’? Atau apakah kamu akan menjawab tergantung merek mobilnya? Ya, mungkin itu memang benar. Namun, ada satu faktor yang sangat berkontribusi pada borosnya pemakaian bahan bakar yaitu bentuk bodi mobil.

Lah, kok bisa bentuk bodi mobil pengaruh ke konsumsi bahan bakar?

Fenomena Aerodinamika pada bodi mobil saat melaju

Dalam kajian desain produk, banyak hal yang dipertimbangkan hingga produk siap dimanufaktur. Pada kasus benda yang berinteraksi dengan fluida, aerodinamika merupakan salah satu pertimbangan yang krusial.

Pada contoh benda seperti mobil, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain bodinya. Mari mengawali pembahasan ini dengan meninjau apa yang terjadi ketika mobil berinteraksi dengan udara.Yuk simak lebih lanjut!

Ketika mobil bergerak dengan kecepatan tertentu, disaat yang sama udara mengalir pada sepanjang permukaan bodi mobil. Saat interaksi ini berlangsung, terdapat beberapa fenomena yang terjadi yaitu lift, drag dan downforce. Jangan bingung dulu dengan istilah itu ya, kita akan bedah satu per satu.

Lift atau gaya angkat merupakan fenomena yang terjadi ketika terdapat perbedaan tekanan udara pada bagian bawah dan atas mobil. Nah, hukum fisika mengatakan bahwa udara akan bergerak dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah, masih pada ingat gak?

Ketika mobil bergerak, tekanan udara pada bagian bawah mobil lebih tinggi sehingga udara bergerak ke bagian atas yang menyebabkan ‘efek terangkat’ terjadi pada mobil. Konsep ini juga diterapkan pada pesawat terbang loh! Hmm, kalau gitu berarti mobil bisa terbang ya? Tenang mobil gak akan terbang semudah itu karena ada satu fenomena yang dapat mencegah hal tersebut, fenomena ini disebut downforce.

Singkatnya, downforce merupakan gaya tekan ke bawah yang dialami sebuah mobil. Fungsi dari fenomena ini adalah untuk menjaga agar mobil tetap menapak di jalan walau melaju dengan kecepatan yang tinggi.

Nah, yang terakhir adalah fenomena drag atau gaya hambat. Dari namanya saja sudah kelihatan ya bahwa fenomena ini terdengar seperti ‘biang kerok’. Gaya hambat sendiri merupakan fenomena yang terjadi karena perbedaan tekanan udara pada bagian depan dan belakang mobil. 

Konsepnya sama seperti fenomena lift atau gaya angkat, pada kasus ini udara akan bergerak dari bagian depan mobil ke belakang yang seolah memberi ‘efek tarikan’ pada mobil yang menghambat pergerakan mobil.

Lalu dimana hubungannya dengan konsumsi bahan bakar pada mobil? Tenang! sekarang kita akan bahas hal tersebut. 

Baca juga : Kecil-kecil Cabai Rawit, Winglet Mampu Hemat Bahan Bakar Pesawat Hingga 6,5 Persen

Gaya hambat yang besar membuat mesin mobil bekerja lebih keras sehingga ‘boros’ BBM

Mobil dengan bentuk ‘kotak’ akan menghasilkan perbedaan yang sangat besar pada bagian depan dan belakang mobil. Akibatnya gaya hambat yang terjadi sangat besar. Ketika gaya hambat yang dialami mobil besar, maka untuk menempuh kecepatan yang sama mobil dengan bentuk ‘kotak’ membutuhkan usaha yang lebih besar ketimbang mobil dengan bentuk streamline.

Usaha yang membuat mobil bergerak berasal dari daya yang dihasilkan mesin. Nah, daya yang dihasilkan ini merupakan hasil dari pembakaran BBM. Artinya, jika mobil membutuhkan daya yang lebih besar maka BBM yang dibakar harus lebih banyak. Ya, begitulah penjelasan bagaimana bodi mobil mampu mempengaruhi konsumsi BBM pada mobil.

Menarik banget kan? Kalau kamu tertarik untuk mendalami tentang aerodinamika dan belum tahu mau lanjut kuliah dimana, jurusan Product Design Engineering STEM Prasmul mungkin pilihan yang tepat untuk kamu. Disana kamu akan belajar banyak aspek seputar proses desain termasuk desain bodi mobil yang barusan dibahas.

Jangan lupa bagikan konten ini ke orang-orang terdekatmu supaya mereka gak ketinggalan info menarik ini. See ya!