Studi Docking Molekuler Potensi Antiobesitas dari Senyawa Aktif Jamu Indonesia terhadap Reseptor Leptin

0
9

National Invention Project Competition (NIPC) merupakan sebuah kompetisi projek yang dilaksanakan secara online. Pemenang kompetisi dinilai berdasarkan orisinalitas dan kebermanfaatan ide, abstrak, video persentasi, poster, serta kemampuan komunikasi peserta. Pemenang utama berkesempatan untuk mewakili Indonesia diajang internasional dan pembiayaannya ditanggung secara penuh. Pada kesempatan ini, kami memilih tema pangan dan pertanian serta mengangkat jamu sebagai salah satu kearifan lokal Indonesia.

Perubahan gaya hidup masyarakat seperti konsumsi makanan kadar lemak dan kalori yang tinggi serta kurangnya aktivitas fisik memicu timbulnya berbagai macam penyakit, salah satunya adalah obesitas. Obesitas merupakan penimbunan lemak berlebih dalam tubuh akibat tidak seimbangnya energi yang dikonsumsi serta yang dikeluarkan. Salah satu penyebabnya adalah gangguan pada mekanisme kerja leptin atau hormon yang mengontrol keseimbangan energi tubuh yang diyakini dapat memicu terjadinya obesitas. Namun, penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa resistensi leptin merupakan gangguan biologis utama penderita obesitas. Resistensi leptin diakibatkan oleh kurang sensitifnya penerima rangsang leptin dalam otak, sehingga tubuh kehilangan kemampuannya dalam mengelola energi yang seringkali diakibatkan oleh tingginya kadar asam lemak bebas dalam darah. Inilah yang menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penderita obesitas di dunia hingga mencapai 650 juta jiwa. Beberapa obat antiobesitas yang telah tersedia secara komersial memiliki efek samping yang merugikan, sehingga permintaan pasar terhadap obat alternatif dari bahan-bahan alami kian meningkat. Oleh karena itu seleksi bahan alam yang mengandung senyawa bioaktif potensial dapat menjadi alternatif yang menjanjikan.

Perbaikan fungsi reseptor leptin dengan meningkatkan sensitifitasnya merupakan salah satu kunci utama untuk memperbaiki kondisi kesehatan penderita obesitas. Hal ini dapat dilakukan dengan intervensi atau interaksi molekul dari bahan-bahan alami termasuk yang terdapat dalam tanaman jamu. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menyeleksi senyawa potensial pada bahan-bahan jamu yang hasilnya diharapkan dapat digunakan dalam formulasi pangan fungsional untuk mengatasi resistensi leptin. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam tanaman jamu diseleksi berdasarkan studi literatur, interaksinya terhadap reseptor leptin diukur menggunakan docking molecular, serta kelayakan konsumsinya ditinjau berdasarkan studi ADMET (absorption, distribution, metabolism, excretion and toxicity). Hasilnya menunjukkan bahwa senyawa curcumin (kunyit) dan amerocanol A (mengkudu) merupakan yang paling potensial untuk diuji lebih lanjut dan digunakan sebagai pangan fungsional kedepannya.

Dalam pelaksanaannya, kami merasa sangat kewalahan akibat ketersediaan waktu yang sangat singkat dan berimpitan dengan persiapan ujian tengah semester. Kendati demikian, semangat dan kerja keras serta dukungan penuh dari pembimbing berhasil membawa karya ini meraih Special Award dalam ajang kompetisi ini.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Kadek Agus Prabawa (Food Business Technology 2017)

Ni Nengah Ari Widiastuti (Food Business Technology 2017)