Perjalanan Panjang Bilangan Berbasis Dua

0
107

NextGeners mungkin banyak yang tidak asing dengan yang namanya sistem bilangan berbasis dua atau yang lebih dikenal dengan sebutan sistem bilangan biner. Bilangan yang hanya memakai dua jenis angka saja, yaitu 0 (nol) dan 1 (satu), bilangan yang menjadi struktur dasar dari komputer ini ternyata memiliki sejarah yang lebih panjang dari komputer itu sendiri.

Sistem bilangan biner merupakan sebuah penemuan kuno,dan ditemukan dibeberapa budaya. Salah satunya adalah Mesir kuno. Ahli-ahli Taurat di Mesir kuno menggunakan dua sistem pecahan yang berbeda yaitu pecahan Mesir dan pecahan Horus-Eyes. Pecahan Horus-Eyes inilah yang memiliki hubungan dengan sistem bilangan biner. Pecahan Horus-Eyes adalah sistem penomoran biner yang digunakan untuk jumlah pecahan gandum, cairan atau ukuran lainnya. Pecahan ini dinyatakan sebagai pecahan biner yaitu  1/(2 ), 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64.

Selain Mesir kuno, budaya Cina juga memiliki kemiripan dengan sistem biner yaitu I Ching. I Ching adalah sistem ramalan Cina yang ada sejak abad ke-9 SM. Dalam I Ching , notasi biner digunakan untuk menafsirkan teknik ramalan yang berdasarkan yin dan yang. Sedangkan di budaya India dikenal dengan sistem Pingala yang mempunyai kemiripan dengan sistem biner.

Budaya yang lain ditemukan di kepulauan pasifik kecil, Polinesia Perancis. Penemuan ini ditemukan oleh para peneliti di Norwegia setelah mempelejari bahasa Mangareva. Salah satu dari dua sistem nomor tradisional digunakan di Mangareva, memiliki tiga struktur biner tersuperposisi ke struktur desimal. Penemuan struktur biner Mangarevan telah digunakan berabad-abad. selain terdapat dibanyak budaya, banyak orang-orang yang telah menemukan sistem biner tetapi tidak mempublikasikan penemuannya, mereka diantaranya adalah Thomas Hariot, Bacon,Claud-Gaspar Backet dan Shao Yong.

Sistem bilangan binner modern diperkenalkan dan ditemukan oleh Gottfried Leibniz pada tahun 1697 kemudian muncul dalam artikelnya de l’arithmetique binaire yang diterbitkan pada tahun 1703. Sistem Leibniz ini menggunakan angka 0 dan 1 seperti sistem bilangan biner modern.

Contohnya sebagai berikut:
0 0 0 1  dengan nilai 2^0
0 0 1 0 dengan nilai 2^1
0 1 0 0  dengan nilai 2^2.

Hingga saat ini Leibniz diasumsikan sebagai orang pertama yang memperkenalkan sistem bilangan biner, hingga saat ini banyak ahli matematika yang mengembangkan sistem bilangan biner. Tidak ada yang menyangka ya, ternyata suatu hal seperti sistem bilangan biner sudah diperkenalkan sejak lama melalui budaya-budaya kuno. Seperti yang dikatakan oleh Leibniz “bahwa semua berasal dari ketiadaan kemudian penciptaan, dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dari sesuatu yang sederhana atau kecil menuju sesuatu yang menakjubkan, selain itu penciptaan selalu memili alasan. Oleh karena itu, jangan menyepelekan hal kecil karena dari situlah hal-hal besar akan terjadi.” Keren ya kutipan yang diucapkan oleh Leibniz.

Apa NextGeners sudah ada rencana mengaplikasikan bilangan biner ke ide inovasi kalian?Kita tunggu NextGeners untuk berinovasi di bidang Business Mathematics

Sumber Referensi:

http://www.marthamatika.com/2015/04/sistem-bilangan-biner_24.html

http://www.sejarahdk.com/2016/04/penemuan-sistem-biner-kuno-pertama-oleh.html

http://www.flomath.com/2016/06/sejarah-bilangan-biner.html

Sumber Gambar:

Gambar no. 1(http://www.ancientpages.com/2017/09/28/binary-code-used-ancient-india-polynesia-long-leibnitz-invented/)

Gambar no. 2 (https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Leibniz_Hannover.jpg)

Featured Image: https://pixabay.com/p-63529/?no_redirect