Pembelajaran Daring: Pembawa Harapan yang Ditinggal Tidur

0
44

Ditulis oleh : Jennie Margaretha Margo Lo
Asal Sekolah : SMAK OeL BSD

Tangerang, Nextgen — “Reality is merely an illusion, albeit a very persistent one” ucap Albert Einstein, seorang fisikawan jenius yang kehebatannya bukan lagi sebuah pertanyaan. Lantas apakah benar realita dan segala sesuatu yang ada disekitar kita merupakan bagian dari ilusi yang kita ciptakan?

Secara siasat saya setuju dengan apa yang disampaikan Einstein, namun kata ilusi sangat mengganggu pikiran kecil saya, dibandingkan ilusi, bukankah kata perspektif jauh lebih memadai? Kata ilusi membuat segala sesuatu terkesan tidak nyata, tidak memiliki origin dan faktor penentu.

Di sisi lain, perspektif memberikan konotasi yang lebih netral, membawa konsep bahwa cara kita melihat eksistensi sesuatu adalah sebuah sudut pandang. Hal inilah yang menjadi salah satu buah pemikiran positif yang saya dapatkan selama menjalani masa pandemi ini sebagai pelajar. 

Di dalam kehidupan persekolahan, saya mengalami berbagai kesulitan yang merupakan imbas dari pandemi. Pembelajaran daring yaitu pembelajaran jarak jauh yang pengantaran bahan ajar dan interaksinya dilakukan dengan perantara teknologi internet mulai diterapkan. Mula-mula saya mengalami kesulitan beradaptasi dimana saya kehilangan struktur dalam menjalankan hari saya. 

Baca juga : Tak Hanya Manusia, Mesin Juga Bisa Belajar, Begini Caranya!

Saya menjadi mudah bosan dan enggan memperhatikan penjelasan para guru melalui layar yang membuat mata saya terlalu letih untuk membukanya.  Dari situlah awal mula terbentuknya sebuah pandangan negatif di dalam pikiran saya akan pembelajaran daring. Pandang inilah yang kita sebut sebagai perspektif. 

Namun setelah beberapa hari menyesuaikan diri, saya menyadari bahwa peran besar teknologi membawa perspektif baru yang menyegarkan pemikiran saya. Saya berpikir bagaimana jika pandemi justru terjadi 10 dekade atau bahkan 10 abad yang lalu? Masa dimana ilmu pengetahuan jauh belum berkembang. Bukankah kondisi akan jauh lebih rumit? Kesadaran inilah yang membawa rasa syukur dan apresiasi yang lebih besar akan kegunaan dan kemajuan teknologi di jaman sekarang. 

Lewat zoom materi pembelajaran dapat tetap disampaikan. Lewat whatsapp kita dapat tetap berkomunikasi dengan guru dan teman. Lewat google classroom penugasan dapat tetap diberikan. Platform-platform ini lah yang menampung dan memikul jalannya kegiatan belajar-mengajar selama pembelajaran daring. 

Teknologi menjadi kunci dari kesempatan menerima edukasi yang masih saya dapatkan hingga detik ini. Tanpa adanya teknologi maka akan sangat memungkinkan bagi pembelajaran untuk ditunda. Penundaan ini dapat menghancurkan generasi yang kurang terbekali dan menyebabkan krisis edukasi yang dapat berakhir pada fenomena lain. 

Teknologi menciptakan sebuah realita baru ditengah pandemi. Penerapannya menjadi jendela dari munculnya banyak kesempatan baru untuk mengeksplorasi teknologi itu sendiri sebagai bagian dari kehidupan manusia modern. Pembentuk realitamu adalah perspektifmu sendiri maka dari itu jadikanlah teknologi sebagai terangmu juga di masa pandemi ini!