Misteri Munculnya Beras Emas

0
80

NextGeneres pernah mendengar atau bahkan mencoba beras emas (Golden Rice)? Varietas beras ini memang belum setenar beras putih maupun beras merah, namun apakah yang menjadi ke istimewaan dari beras emas ini dan berasal dari manakah beras emas ini? jika kalian penasaran, STEM-Z kali ini akan membahasnya.

Dunia sempat dikejutkan dengan padi hasil rekayasa genetik Golden Rice pada tahun 2000. Ahli biologi Peter Beyer dan Ingo Potrykus sukses mengembangkan jenis beras baru yang dinamai beras emas. Kedua ilmuwan tersebut memodifikasi beras secara genetis untuk memproduksi dan mengakumulasi provitamin A atau beta karoten yang oleh tubuh manusia kemudian diubah menjadi vitamin A. Bayer, Potrykus dan tim nya beragumen bahwa makanan pokok ini dapat menyelamatkan nyawa manusia, terutama nyawa anak-anak yang terancam buta karena kekurangan vitamin A atau meninggal akibat penyakit menular seperti campak. Beras emas tidak bisa dihasilkan dengan persilangan biasa (breeding), tapi melalui teknik DNA rekombinan atau rekayasa genetik.

Lalu kenapa beras emas ini dibuat mampu memproduksi dan mengakumulasi provitamin A? World Health Organization (WHO) / Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan sekitar 250 juta anak di bawah lima tahun di seluruh dunia menderita kekurangan vitamin A. Setiap tahun hingga 500.000 anak menjadi buta karena malnutrisi tersebut, separuhnya meninggal dunia dalam waktu setahun setelah menderita kebutaan. Anak-anak dari negara-negara miskin di Afrika dan Asia Tenggara terutama yang paling menderia defisiensi vitamin A.

Kandungan beta karotin padi hanya terdapat pada jaringan hijau seperti daun, sedangkan endosperma padi (beras yang kita konsumsi) tidak memiliki semua komponen biosintesis beta karotin, endosperma tidak memiliki 2 enzim dalam yang terlibat proses tersebut. Enzim tersebut adalah phytoene synthase (PSY) dan carotene desaturase (CRTI). Secara sederhana, dengan memasukkan 2 gen yang mengkode enzim tersebut, siklus biosintesis beta karotin dapat kembali berfungsi untuk menghasilkan provitamin A. Konsep inilah yang digunakan pada pembuatan Golden Rice.

Produksi beta karotin pada padi emas menyebabkan warna beras menjadi kuning-oranye. Semakin tinggi konten beta karotin di dalam padi emas, semakin kuat warna berasnya. Karena padi emas merupakan tanaman transgenik, maka padi ini harus menjalani beberapa tes pengujian untuk melihat keamanan hayati. Perlu digarisbawahi bahwa, secara umum tanaman pangan transgenik merupakan tanaman yang dianalisa secara paling baik dalam sejarah. Proses pengujian resikonya dilakukan secara detail dan hati-hati. Demikian juga dengan padi emas yang telah menjalani berbagai tes sejak pertama kali dibuat.

Banyaknya kasus gizi buruk termasuk kekurangan vitamin A menjadikan beras emas ini akan menjadi makanan pokok yang membantu pasokan vitamin A bagi mereka yang tidak mampu membeli makanan yang mengandung vitamin A.

Bagaimana menurut NextGeners mengenai inovasi dari beras emas ini? yang digadang-gadang memiliki kandungan vitamin A yang baik? Kalo dari STEM-Z semoga beras ini mampu mengurangi kekurangan vitamin A pada masyarakat.

Sekarang giliran NextGeners sebagai generasi muda untuk menunujukan ide di bidang pangan dan kita tunggu NextGeners untuk berinovasi di bidang Food Business Technology.

Sumber Referensi:

http://biogen.litbang.pertanian.go.id/2011/05/padi-emas-salah-satu-jawaban-untuk-kebutuhan-vitamin-a/

http://www.biotek.lipi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=455:Golden%20Rice:%20Dulu,%20Kini,%20dan%20Nanti&catid=8&Itemid=53

http://www.dw.com/id/beras-emas-menyehatkan-atau-akal-akalan/a-17408927

Sumber Gambar:

(Featured Image)https://daniellelevynutrition.com

http://www.cgiar.org