Menyelamatkan Bumi Dengan Daging Buatan

0
126

Berawal dari pemikiran Richard Branson, miliarder pendiri Virgina Group yang mengatakan “Saya percaya bahwa dalam 30 tahun atau lebih, kita tidak perlu lagi membunuh hewan apa pun dan semua daging terbuat dari tanaman. Rasanya sama dan juga lebih sehat untuk semua orang. Membunuh hewan untuk makanan adalah sesuatu yang kuno.”

Kalo NextGeners tahu, Branson adalah salah satu dari beberapa pemikir berpengaruh yang berinvestasi dalam sistem pangan berkelanjutan. Branson melakukan investasi di Memphis Meats.

Dalam hal tersebut Branson melakukan tidak secara sendirian, dia bersama dengan Bill Gates dan Cargill Inc yang merupakan salah satu perusahaan pertanian terbesar di dunia, mereka sangat mendukung perusahaan start up Memphis Meats.

Inovasi terbaru yang dibuat dari Memphis Meats yaitu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging tanpa menyembelih binatang, dengan menciptakan sebuah daging buatan yang tidak berasal dari daging itu sendiri. Memphis Meats sudah memproduksei daging ayam, daging sapi, dan juga daging bebek yang berasal dari sel punca hewan sehingga tidak lagi menggunakan hewan hidup. Sel punca (sel induk/sel batang/stem cell) merupakan sel yang belum berdiferensial dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh.

Apa yang menyebabkan memakan daging buatan ini begitu penting bagi kehidupan manusia di planet ini?

Seiring dengan perubahan planet kita, Branson berpendapat bahwa menggunakan teknologi sangat penting untuk memuaskan hasrat kuliner manusia yang meningkat. Alasannya tak lain adalah soal menyelamatkan lingkungan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan bahwa produksi pakan ternak menghabiskan 26 persen lahan di Bumi, sementara 13 miliar hektar hutan hancur karena digunakan sebagai lahan pertanian dan padang rumput setiap tahunnya.

Menurut World Watch Institute, 51 persen emisi gas rumah kaca global disebabkan oleh peternakan hewan. Emisi serta kerugian akan jauh berkurang jika manusia memilih daging ‘buatan’ daripada membunuh hewan untuk makanan.

Inovasi yang dilakukan Memphis Meat tidak membutuhkan tanah dan air sebanyak pertenakan konvensional. Bahkan dengan cara ini dapat mengurangi emisi gas hingga 90%. Selain itu, daging yang dikembangkan di laboratorium juga dinilai lebih sehat karena bebas antibiotik, bakteri berbahaya, dan hormon pertumbuhan.

Memphis Meat ini juga meluncurkan produk bakso dari daging sintesis di bulan Februari 2016, mereka membuat daging sintesis tersebut dengan cara menyuntikan serum yang berasal dari janin sapi ke sel otot hewan tersebut, sehingga dapat berkembang dan menghasilkan bongkahan daging. Nantinya, serum janin ini akan digantikan dengan serum yang berasal dari tanaman. Walau dagingnya sintetik, Memphis Meat mengklaim jika produknya memiliki gizi sama selaykanya daging dari sapi yang disembelih.

   

Semoga saja inovasi yang dibuat oleh Memphis Meat terus berkembang dan banyak menghasilkan inovasi pangan lainnya, sehingga planet kita tidak akan terus mengalami kerusakan.

Apakah NextGeners memiliki inovasi seperti yang dilakukan oleh Memphis Meat ?

Kita tunggu NextGeners untuk berinovasi di bidang Food Business Technology.

Sumber Referensi:

http://sains.kompas.com/read/2017/10/11/080600223/hidup-dengan-makan-daging-laboratorium-khayalan-atau-kenyataan-

http://www.glitzmedia.co/post/memphis-meat-inovasi-baru-untuk-penggemar-daging

http://nationalgeographic.co.id/berita/2017/10/di-masa-depan-daging-buatan-laboratorium-mungkin-akan-gantikan-daging-segar

Sumber Gambar:

http://www.memphismeats.com