Lewat Aplikasi TJ Router dan Guilt Free Ice Cream Tim STEM Prasetiya Mulya Menangkan Pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

0
73

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma PerguruanTinggi yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2021 di bawah pengelolaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. Peserta PKM adalah mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru tanah air yang memenuhi persyaratan serta lolos dalam tahapan seleksi dan penilaian proposal. Pada tahun 2021 ini, total proposal yang diterima oleh DIKTI adalah sebanyak 67.743 proposal, dan dari jumlah proposal yang masuk tersebut, hanya 4.522 proposal yang lolos pendanaan.

Pada kesempatan tersebut, 2 tim dari Sekolah STEM Terapan Universitas Prasetiya Mulya berhasil lolos dan didanai oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing dalam kategori Karsa Cipta dan kategori Kewirausahaan. Dalam kategori Karsa Cipta, dengan judul proposal “TJRouter sebagai Aplikasi pada Mobile Phone untuk Mempermudah Pencarian Rute bagi Pengguna TransJakarta dengan Penerapan Algoritma Dijkstra”, tim yang lolos seleksi adalah Evita Emelia Haslim dari Program Studi Computer Systems Engineering 2019 dan ke-3 rekan prodinya yang lain dari Tahun Angkatan 2020 yaitu Astuti Rutmana Purba, Muhammad Farhan, dan Sania Hafiza.

Proposal pembuatan aplikasi ini merupakan lanjutan dari tugas akhir mata kuliah Object-oriented Programming yang dikerjakan oleh Evita Emelia Haslim. TJ Router adalah salah satu penerapan dari ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan yaitu Algoritma Dijkstra. Pemikiran untuk mewujudkan apa yang tertuang dalam proposal merupakan motivasi awal sehingga proposal ini disempurnakan dan diajukan untuk mengikuti PKM. Aplikasi TJ Router dibuat dengan tujuan untuk menentukan rute dengan biaya terendah pada TransJakarta dengan memperhitungkan faktor jarak, waktu, dan jumlah stasiun yang dilewatinya. Penerapannya dibuat dengan menggunakan Algoritma Dijkstra yang merupakan kunci dari aplikasi TJ Router. Dengan menerapkan Algoritma Dijkstra, maka pencarian rute oleh pengguna TransJakarta dapat dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa harus melihat peta rute TransJakarta.

Sementara tim yang memenangkan kategori Kewirausahaan dalam PKM adalah Tim Wellbi dari Program Studi Food Business Technology Tahun Angkatan 2018 yang terdiri dari Annabelle Olga Bachtiar, Siti Adiva Bahira, Imelda Hartini Halim, dan Irvan.  Tim ini berhasil mendapatkan pendanaan sebesar Rp. 9.992.000.

Wellbi adalah bisnis yang didirikan oleh 5 mahasiswa S1 Food Business Technology angkatan 2018, yaitu Annabelle Olga Bachtiar, I Kadek Juni Saputra,Imelda Hartini Halim, Irvan, dan Siti Adiva Bahira. Wellbi didirikan di bawah bimbingan Bapak Iwan Hermawan Kahfi, B.Eng (Hons), MEM, MBA dalam mata kuliah Food Business Creation dan Bapak Eko Suhartanto, Ph.D. dalam mata kuliah Food Business Development, yang kemudian dibawakan dalam PKM 2021.

Produk yang ditawarkan oleh Wellbi adalah es krim rendah kalori dan lemak, yang disebut juga dengan guilt-free ice cream. Dengan adanya es krim Wellbi, tersedia alternatif camilan sehat bagi masyarakat yang telah memiliki keinginan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Dengan begitu, konsumsi kalori dan lemak masyarakat akan berkurang, sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh tingginya konsumsi kalori dan lemak.

Dengan diterimanya 2 proposal ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa Sekolah STEM Terapan Universitas Prasetiya Mulya sehingga kesempatan ini tak akan disia-siakan untuk mengembangkan potensi yang ada dalam peserta dan untuk memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber: https://stem.prasetiyamulya.ac.id/

Penulis: Admin STEM Universitas Prasetiya Mulya