Lapisan Kulit ini dapat Memonitor Kesehatan Tanpa Jarak

0
32

Teman NextGeners pernah mendengar kata Palmistry?  Palmisty merupakan salah satu metode konsultasi yang menggunakan teknik membaca garis tangan. Ilmu ini sudah ada sangat lama, sekitar 3000-tahun lalu yang berasal dari India dan China. Tapi pernahkan NextGeners membayangkan sebuah teknologi yang terinspirasi dari teknik membaca garis tangan itu? Teknologi itu ada dan memiliki nama Palm Reading.

Palm Reading merupakan sebuah penemuan hasil penelitian monitor ultra tipis dari Profesor Takao Someya yang berasal dari Universitas Tokyo, Jepang. Dia melakukan pengembangan perangkat canggih tersebut dengan memiliki beberapa tujuan, salah satu yang utama adalah untuk dunia kesehatan/medis. Teknologi ini memungkinkan para profesional medis dapat memonitor pasien yang tinggal jauh dari para ahli medis tersebut bahkan dengan menggunakan teknologi tersebut pengguna juga dapat mengirimkan dan menerima pesan termasuk emoji.

 Palm Reading memiliki ketebalan sekitar satu milimeter dan mirip seperti plaster, pengguna hanya tinggal menempelkan Palm Reading tersebut di kulit pengguna. Walau digunakan dalam jangka waktu selama seminggu di kulit, Palm Reading ini tidak menyebabkan radang kulit, dan cukup ringan sehingga pengguna pada akhirnya mungkin akan lupa bahwa merka telah memakai Palm Reading tersebut di kulitnya.

Alat ini juga dapat mengingatkan penggunanya untuk minum obat, dengan cara menepuk punggung atau telapak tangan untuk menyalakan pengingat obatnya, Profesor Someya juga mengatakan “tempelkan display pada kulit, sehingga pengguna dapat merasakan layar tersebut sebagai bagian dari tubuhnya sendiri. Bila menerima pesan pun, penerima akan merasakan kedekatan emosional dengan pengirim”.

Layar dari Palm Reading ini terdiri dari sebuah rangkaian Micro LED 16-by-24 dan kabel pengatur yang dipasang pada lembaran karet, yang juga menggabungkan sensor ringan yang terdiri dari elektroda “nanomesh” dan modul komunikasi nirkabel.

Palm Reader akan dipamerkan pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk kemajuan ilmu pengetahun di Texas selama akhir pekan, Profesor Someya juga menciptakan alat ini dengan melakukan kemitraan dengan raksasa percetakan asal Jepang yaitu Dai Nippon Printing, yang diharapkan siap dipasarkan dalam waktu tiga tahun lagi.

Kedepannya Profesor Someya berharap jika Palm Reader ini bisa menampilkan layar yang bisa digunakan untuk berlari dan dapat memantau denyut jantung maupun memeriksa rute yang sedang berjalan.

Menarik ya Produk Palm Reader ini, memiliki kemampuan yang sangat bagus dan juga dibutuhkan banyak masyarakat. Apakah setelah membacanya NextGeners juga ingin seperti Professor Someya yang berhasil membuat Palm Reade? Jika iya maka STEM-Z akan tunggu NextGeners untuk berinovasi di bidang  Computer Systems Engineering.

Sumber Referensi:

https://www.japantimes.co.jp/news/2018/02/18/national/science-health/japanese-teams-bandage-like-health-monitor-messaging-display-revolutionize-medical-care/#.WpdZWFpuYdU

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180219082535-185-277063/jepang-kembangkan-teknologi-layar-setipis-kulit-manusia

http://tekno.rakyatku.com/read/88162/2018/02/18/palmreading-layar-pemantau-kesehatan-yang-nempel-di-kulit

Sumber Gambar:

https://sandton24.com

https://www.japantimes.co.jp/