Konstanta π (Masa Lalu dan Inovasi Masa Depan)

0
158

NextGeners pasti sudah tidak asing lagi yang namanya  π (dibaca pi), π adalah konstanta (suatu nilai tetap). Simbol ini sering dijumpai dibanyak rumus dalam matematika, sains, dan tehnik. Sejak di bangku sekolah pi dapat ditemukan  saat pembelajaran bangun ruang khususnya ketika mencari luas lingkaran, pi memiliki besaran 3,14 atau 22/7.

Sejauh ini kita hanya tahu π itu bernilai 3,14 atau 22/7 dan digunakan untuk rumus mencari luas lingkaran atau rumus sains maupun tehnik lainnya. Pernahkah NextGeners mencari asal-usul kenapa π itu bernilai 3,14 dan kenapa disebut pi?

STEM-Z akan menceritakan NextGeners sejarah dan kemunculan simbol π ini, simak yuk NexGeners  misteri dari simbol π.

Menurut catatan seorang bernama Ahmes, pi sudah digunakan sejak tahun 1650 SM. Pi ditemukan dalam catatan tentang perkiraan kasar bagaimana menghitung luas lingkaran menggunakan suatu angka, yang mana bila diterjermahkan dalam era sekarang itu bernilai 3,1604.

100 angka desimal pertama dari pi telah dihitung sejak tahun 1701.

Sejarah membuktikan bahwa luas dari sebuah lingkaran dihitung dengan rumus “3 kali kuadrat dari radius” menurut orang Babylonia. Sebuah tablet Babylonia kuno yang ditemukan antara 1900 – 1680 SM memiliki nilai pi sebagai 3,125.

Bangsa Mesir kuno menghitung luas sebuah lingkaran menggunakan rumus [(8D)/9]2, Dimana “D” adalah diameter lingkaran. Rumus ini memberikan sebuah perkiraan bahwa nilai pi adalah 3,1605.

Menurut informasi yang tercatat, ilmuwan matematika asal Yunani yaitu Archimedes yang hidup antara 287 – 212 SM merupakan ilmuwan yang secara cermat menghitung nilai pi berdasarkan luas dari poligon.

Archimedes memperkirakan pi sebagai pecahan 3 1/7, yang dalam desimal bernilai sekitar 3,14.

Pada abad ke 16 Ludolph Van Ceulon melakukan penelitian lebih dalam mengenai pi. Ludolph berhasil menghitung pi hingga 35 desimal yang dikenal sebagai angka Ludolphian.

Dan seorang ilmuwan matematika William Jones  asal Welsh Inggris menamakan “angka ajaib” tersebut menjadi pi (Π), yang mewakili salah satu abjad Yunani yaitu “piwas” yang merupakan Abjad Yunani ke-16.

Panjang juga ya NextGeners perjalanan si pi ini, walau usianya sudah sangat lama tapi penggunannya masih tetap digunakan.

Penerapan yang paling umum digunakan pada lingkaran. Sangat berguna sekali π dalam mengembangkan inovasi-inovasi, ketika melihat lingkaran STEM-Z selalu ingat  dengan ban sepeda.

Ban sepeda umumnya berbentuk lingkaran, tapi STEM-Z penasaran nih..kan ada sepeda lipat, sepedanya bisa dilipat sehingga pengguna bisa membawanya lebih mudah, tapi apa ban sepeda nya  bisa dilipat ?

Roda sepeda yang bisa di lipat itu ada, dan sudah dirancang oleh designer asal Mexico yaitu  Victor Aleman.

Keren ya NextGeners roda lipat rancangan Victor Aleman, STEM-Z yakin pasti banyak inovasi lainnya yang bisa dibuat berdasarkan konstanta π.

 

Yuk NextGeners kita buat inovasi-inovasi lainnya, kalau ban sepeda bisa dilipat, pasti banyak inovasi lain yang bisa dibuat.

Sumber Referensi:

https://www.amazine.co/26528/apa-itu-pi-sejarah-penemu-konsepnya/

https://vedicmathindonesia.com/2014/11/28/bilangan-pi/

http://www.bilvapedia.com/2016/01/asal-usul-simbol-phi-pada-rumus-lingkaran.html

Sumber Gambar:

(Gambar no.1)https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Matheon2.jpg

(Gambar no.2 )http://www.businessinsider.com/archimedes-pi-estimation-2014-3/?IR=T

(Gambar no. 3,4,5 )https://inhabitat.com/eco-7-folding-bike-fits-within-a-suitcase/