Kecil-kecil Cabai Rawit, Winglet Mampu Hemat Bahan Bakar Pesawat Hingga 6,5 Persen

0
23
Airbus A350-941 (reg. F-WWCF, MSN 002) in Airbus promotional CFRP livery blended winglet/wingtip device at ILA Berlin Air Show 2016.

Tangerang, nextgen — Pernahkan kamu mengamati sayap pesawat  secara detail? Jika kamu amati, pada bagian ujung  (tip) sayap pesawat terdapat sayap kecil yang terpasang secara vertikal. Sayap kecil itu disebut winglet. Nah, winglet ini tidak hanya sekedar variasi dari bentuk sayap. Winglet juga bukan bagian yang ditambahkan untuk meningkatkan unsur estetika dari sayap pesawat. Winglet punya peran yang sangat penting.

Winglet merupakan perangkat yang dipasang untuk mengurangi vortex pada sayap sehingga mampu menghemat bahan bakar pesawat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada pesawat militer boeing 707, winglet mampu meningkatkan jarak tempuh pesawat sebesar 6,5 persen. Lalu bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Yuk simak lebih lanjut!

Vortex : Pusaran udara ‘koruptor’ bahan bakar

Sebelum membahas lebih lanjut tentang winglet, apakah kamu tahu kecepatan terbang pesawat komersial? Pesawat komersial terbang dengan kisaran kecepatan 0.85 hingga 0.9 mach atau setara dengan 1000 hingga 1100 km/jam. Pada kecepatan tersebut sayap mengalami vortex yang sangat besar. Lalu apa itu vortex?

Courtesy of prescouter.com

Vortex merupakan peristiwa pusaran udara di ujung (tip) sayap pesawat. Nah, pusaran udara ini akan menghasilkan gaya hambat yang disebut Induced drag. Gaya hambat berdampak pada penggunaan bahan bakar pesawat. Semakin besar gaya hambat makan akan semakin boros pula penggunaan bahan bakar yang digunakan pesawat untuk menempuh kecepatan jelajah (cruise speed).

Peristiwa ini sangat berdampak pada industri penerbangan. Logikanya, semakin banyak bahan bakar yang dipakai pesawat maka akan semakin tinggi tarif tiket pesawat. Peristiwa ini awalnya tidak terlalu diperhatikan oleh industri penerbangan sampai harga bahan bakar pesawat melambung tinggi. Karenanya, dibutuhkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Baca juga : Tak Hanya di Film, Taksi Terbang Juga ada di Indonesia

Winglet hadir sebagai solusi untuk menghemat bahan bakar pesawat

Ide soal winglet sudah ada sejak tahun 1800 an. Namun, ide ini belum terlalu populer sampai kenaikan harga bahan bakar pada tahun 1970 an. Sejak itu, winglet mulai diterapkan oleh banyak perusahaan yang bergerak di industri penerbangan dan marak dikembangkan.

Lalu bagaimana cara winglet bisa menghemat bahan bakar?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, borosnya penggunaan bahan bakar akibat vortex atau pusaran udara  yang terjadi pada ujung (tip) sayang pesawat. Nah, winglet berfungsi untuk meminimalisir pusaran udara tersebut. Ketika pusaran udara dapat diminimalisir maka gaya hambat yang dialami oleh pesawat juga semakin kecil.

Gaya hambat sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Semakin kecil gaya hambat maka semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk menempuh kecepatan jelajah (cruise speed). Karena energi yang dibutuhkan sedikit maka bahan bakar yang digunakan juga sedikit. Yups, begitulah cara winglet mengurangi konsumsi bahan bakar pada pesawat.

Nah, sekarang kamu udah bisa jawab nih kalau ditanya fungsi sayap kecil vertikal pada ujung sayap pesawat. Menarik banget kan? Kira-kira kita mau ungkap apa lagi nih supaya wawasan kita semakin bertambah? Komen di bawah ya!

Oh iya, jangan lupa share artikel ini ke orang-orang terdekatmu supaya mereka gak ketinggalan informasi menarik ini. See ya!