Katalis Cangkang Telur untuk Produksi Biodiesel dari WCO

0
8

National Invention Project Contest (NIPC) merupakan acara perdana dari Indonesia Scientific Society (ISS). Kompetisi ini bertujuan sebagai wadah untuk menggali potensi sains agar lebh maju agar dapat bersaing dalam dunia global. Kompetisi ini dilakukan secara online dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Peserta akan mengumpulkan abstrak kepada panitia penyelenggara. Proses penilaian dilanjutkan dengan pameran poster di Instagram dan upload video penjelasan mengenai penelitian di youtube. Kriteria penilaian terbesar terletak pada orisinalitas ide dan manfaat penerapannya. Herry bersama rekannya Ayu membawakan inovasi mereka yang berjudul “Limbah Cangkang Telur sebagai Bahan Baku Katalis Heterogen CaO pada Produksi Biodiesel dari WCO (Waste Cooking Oil) dengan Two Stage Process”.

Sebelumnya, penelitian ini sudah mereka lakukan semenjak bulan Maret 2019 lalu. Kami melakukan percobaan ini untuk mendapatkan parameter yang cocok untuk penelitian mereka selanjutnya. Secara singkat, mereka menggunakan minyak jelantah yang merupakan limbah sebagai bahan baku biodiesel. Minyak jelantah sangat mudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari dan lebih sering dibuang yang akan berujung merusak lingkungan. Disisi lain, cangkang telur juga sangat jarang dimanfaatkan. Kandungan dari cangkang telur yaitu CaCO3 atau Kalsium Karbonat dapat diolah menjadi katalis heterogen Kalsium Oksida atau CaO. Kelebihan dari katalis ini adalah dapat dipakai kembali setelah proses transesterifikasi karena katalis ini heterogen atau tidak satu fasa dengan campuran.

Proses perlombaan ini dilakukan sangat mepet dengan UTS. Maka, Herry dan Ayu terburu-buru dalam membuat abstrak, poster, dan video. Tetapi mereka tetap berusaha keras dan yakin dalam mengikuti perlombaan ini. Terlebih lagi ide yang sudah mereka sempat jalankan dan hasilnya sudah berhasil, namun perlu dilakukan optimasi kembali. Jerih payah tersebut ternyata membuahkan hasil dan tim mereka berhasil meraih Juara 1 dari 8 kontestan yang terdiri dari 5 tim mahasiswa dan 3 tim pelajar SMA dari seluruh Indonesia. Selain mendapatkan juara 1, Herry dan Ayu berhak mendapatkan pembiayaan dalam mengikuti ajang International Invention and Innovative Competition (INIIC) di Selangor, Malaysia pada April 2020 nanti. Bangga rasanya berhasil membawakan hasil karyanya ke publik dan diberikan kesempatan untuk mewakili tanah air di perlombaan internasional. Pesan Herry dan Ayu kepada teman-teman lain:

Tetaplah berusaha walaupun usahamu belum berhasil sepenuhnya. Itu berarti kalian harus berusaha lebih keras lagi. Mulai dari sekarang, karena kesuksesan itu tidak ada yang instan. Satu kalimat dari kami “hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha”.

Artikel ini ditulis oleh:

Gede Herry Arum Wijaya (Renewable Energy Engineering 2017)

Putu Ayu Narsih Sukmawati (Renewable Energy Engineering 2017)