Jika Gadget Smartphone menjadi sosok Dokter

0
105

Jika selama ini smartphone banyak digunakan untuk melakukan aktivitas untuk menelpon, berfoto, messenger, ataupun menggunakan aplikasi social media, bagaimana jika sebuah aplikasi smarphone dapat digunakan untuk mendeteksi gegar dan cedera otak? Pastinya terdengar tidak umum, untuk mengenal lebih dalam inovasi dari aplikasi tersebut, yuk NextGeners simak artikel yang sudah STEM-Z rangkum.

Aplikasi bernama PupilScreen ini merupakan hasil dari para peneliti di University of Washington, Amerika Serikat.  pupilScreen adalah aplikasi pertama yang mampu mendeteksi gegar dan cedera otak. Tujuan dari aplikasi ini sendiri adalah menghasilkan data objektif dan relevan secara klinis dan bisa digunakan. ​contoh khususnya yaitu di bidang olahraga, untuk membantu siapa pun yang berada di pinggir lapangan, agar bisa menentukan apakah seorang pemain perlu diperiksa lebih lanjut, setelah mengalami benturan kepala.

“Saat ini, jika hal itu terjadi, prosedur penentuan terbaik yang kita miliki masih subjektif, dengan teknologi ini, peluang kita mengambil tindakan yang diperlukan jadi lebih besar” kata Shwetak Patel, profesor ilmu dan teknik komputer dari University of Washington.

Untuk membuat PupilScreen dan memberikan penilaian objektif terhadap trauma kepala potensial, para periset menggunakan alat pembelajaran yang mendalam untuk melatih jaringan saraf bagaimana menemukan pupil mata dan melacak bagaimana ia merespons kilatan cahaya selama tiga detik. Sebuah kamera smartphone merekam video tiga detik dengan cahaya yang berasal dari kilat kamera, PupilScreen kemudian mengurus sisanya, membuat diagnosa, apakah respon pengguna berada dalam rentang normal atau menunjukkan tanda-tanda cedera otak.

Dalam sebuah studi percontohan kecil, dokter dapat secara akurat menentukan apakah seseorang mengalami cedera otak dengan melihat hasil scan dari PupilScreen. Walau saat ini, aplikasi hanya mampu menilai luka parah, tapi tindak lanjut pekerjaan sedang dilakukan untuk menetukan karakteristik respon pupil yang menandai trauma yang lebih ringan atau lebih ambigu. Aplikasi ini juga bekerja dengan sebuah kotak plastik yang menghalangi cahaya di sekitar dan memastikan smartphone memiliki jarak yang tepat dari mata, namun tim ini juga berupaya membuat aplikasi berguna tanpa aksesoris tambahan.

Walau aplikasi smartphone ini belum beredar di pasaran dan baru mampu menilai untuk luka parah saja, kita tunggu saja NextGeners agar aplikasi ini dapat segera beredar di  pasaran dan dapat digunakan oleh banyak orang.

Apakah NextGeners mendapatkan ide inovasi setelah membaca artikel yang membahas mengenai aplikasi PupilScreen? Kalau di luar negri sana sudah ada yang membuat inovasi tersebut, maka kali ini gilaran NextGeners untuk membuat aplikasi yang inovatif lainnya, maka kita tunggu NextGeners untuk berinovasi di bidang  Enterprise Software Engineering.

Sumber Referensi:

https://selular.id/news/2017/09/di-masa-depan-kelak-smartphone-akan-bisa-mendeteksi-cedera-otak/

http://www.digitalmania.id/smartphone-bisa-mendeteksi-gegar-otak/

http://gereports.co.id/post/167188397855/5-inovasi-kesehatan

Sumber Gambar:

http://www.washington.edu