Jangan Kelewatan! Begini Cara Kerja Facial Recognition Pada Smartphone Kamu

0
60

Tangerang, Nextgen — Teknologi digital berkembang sangat pesat. Kini, rasanya tak ada sektor industri mana pun yang luput dari teknologi ini. Teknologi ini juga telah ‘menyelinap’ masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Ya, smartphone. Smartphone yang setiap hari kamu gunakan sudah naik kasta menjadi kebutuhan primer. Rasanya hampa ketika tak memegang benda satu ini. 

Tapi, kali ini kita tidak akan membahas tentang smartphone. Kita akan berbicara tentang salah satu bagian dari smartphone yaitu facial recognition. Facial recognition merupakan teknologi biometrik yang digunakan untuk mengkonfirmasi identitas seseorang berdasarkan wajah. Teknologi ini mampu menganalisis wajah melalui foto, video, maupun secara langsung.

Kalau kamu pernah membuka sandi smartphone menggunakan wajah, maka secara tidak langsung, kamu sedang menggunakan teknologi facial recognition. Lalu, bagaimana cara smartphone kita tahu membedakan wajah kita dengan orang lain? Yuk simak lebih lanjut!

Profil perkembangan teknologi facial recognition

Facial recognition tidak hanya ada pada smartphone loh. Bahkan bisa dibilang perusahaan smartphone cukup baru mengadopsi teknologi ini. Teknologi ini sebelumnya sudah digunakan untuk keperluan lain. Faktanya, teknologi sudah ditemukan sejak puluhan tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1960 an.

Teknologi ini pertama kali dibuat oleh Bledsoe. Bledsoe menciptakan program komputer yang mampu mengidentifikasi wajah manusia. Namun, penelitian ini tidak dipublikasi karena dibuat untuk kepentingan badan intelijen sampai pada tahun 1970 an. Selanjutnya, teknologi ini dikembangkan lebih lanjut oleh Goldstein dan kawan-kawan.

Baca juga : Ajaib! Perusahaan ini Sulap Emisi Karbon Jadi Pakaian Sehari-hari

Facial recognition terus berkembang dari dekade ke dekade. Berawal dari mengidentifikasi bagian umum wajah seperti telinga, mulut hidung dan tulang pipi, sekarang teknologi ini bahkan mampu mengidentifikasi emosi seseorang melalui raut wajah. Beberapa waktu lalu, Emotion Research Lab menerapkan teknologi ini untuk mengamati emosi Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet.

Begini cara kerja facial recognition

Courtesy of mmc.tirto.id

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, facial recognition merupakan salah satu cara untuk mengkonfirmasi identitas. Saat kamu menerapkan facial recognition mode untuk mengaktifkan smartphone, secara tidak langsung kamu memberi waktu pada smartphone kamu untuk ‘belajar’ segala hal tentang wajahmu. Akibatnya, mode ini akan menolak untuk mengaktifkan smartphone ketika yang terdeteksi bukan wajah kamu.

Facial recognition memiliki beberapa tahapan kerja. Tahapan ini dimulai dari Facial detection. Pada tahap ini kamera akan mendeteksi wajah yang menghadap langsung ke arahnya. Lalu, setelah memotret wajah, sistem akan melakukan analisis. Hal yang dianalisis oleh sistem adalah geometri wajah seperti jarak antar mata, bentuk tulang pipi dan lainnya yang secara biologis membedakan wajah satu dengan wajah yang lain.

Setelah mendapatkan data geometri wajah, sistem akan mengubah data tersebut menjadi data digital. Pada tahap ini geometri wajah kita akan dikonversi menjadi ‘rumus matematika’ yang diberi nama faceprint. Layaknya sidik jari, setiap orang memiliki faceprint yang unik. 

Tahap terakhir, sistem akan mencocokkan kode wajah dengan kode yang ada pada database sistem. Jika ada kode yang cocok dengan kode wajah yang dideteksi, maka sistem akan mengkonfirmasi bahwa identitas valid, begitupun sebaliknya.

Nah menarik banget kan. Sekarang kamu tahu bagaimana cara kerja facial recognition pada smartphone kamu. Sejatinya, teknologi ini bisa dimanfaatkan pada berbagai sektor. Kalau kamu tertarik untuk belajar teknologi ini kamu bisa kuliah di jurusan Computer System Engineering dan Software Engineering STEM Prasmul. Yuk kepoin!

Oh iya, jangan lupa untuk share konten ini ke orang-orang terdekatmu supaya mereka gak ketinggalan informasi menarik ini. See ya!