Ironis! Kalah Persaingan Teknologi, Setengah Perusahaan Rotan Indonesia Terpaksa Tutup

0
17

Keberadaan tanaman rotan di Indonesia tentunya dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini juga menjadi bahan baku yang banyak diolah menjadi berbagai kerajinan tangan dan industri mebel. Rotan dapat kita temui di berbagai benda dalam kehidupan sehari-hari mulai dari produk furniture, accessories fashion, alat olahraga, peralatan rumah tangga, dan beragam bentuk lainnya.

Bahan baku rotan dari Indonesia banyak diolah oleh para pengrajin lokal yang terus bertambah dan berkembang melalui inovasi-inovasinya. Di indonesia sendiri, pengrajin rotan tersebar di lima daerah seperti Cirebon, Jepara, Sukoharjo, Kalimantan Tengah, dan Yogyakarta. Jumlah pengrajin rotan Indonesia yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) tidaklah sedikit. Hal ini menunjukkan sektor usaha kerajinan Indonesia, khususnya rotan sangat  menjanjikan.

Indonesia ‘jantung’ cadangan rotan dunia

Sejak tahun 1986, Indonesia sudah menjadi pengekspor kerajinan rotan terbesar di dunia, walaupun pada masa itu belum terdapat pengolahan rotan dalam skala nasional. Sekitar 80 persen bahan baku rotan di dunia dihasilkan dari Indonesia dengan estimasi potensi rotan Indonesia adalah 622 ribu ton/tahun. Fakta keren lainnya, saat ini sudah terdapat lebih dari 50 jenis rotan hingga saat ini yang diperdagangkan di Indonesia maupun luar negeri. 

Industri hasil pengolahan rotan pada saat ini sudah tersebar ke berbagai negara.  Korea Selatan, China, Eropa, dan berbagai negara lain merupakan negara yang menjadi pasar rotan Indonesia. Kerajinan rotan sendiri memiliki harga jual yang tergolong variatif sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan produk. 

Keberadaan sumber daya rotan dan sumber daya pengrajin lokal Indonesia yang berlimpah tidak sesuai dengan hasil nyata yang ada. Pada kenyataannya, perkembangan pengolahan industri rotan di Indonesia berjalan sangat lambat dan semakin terpuruk. Hal ini dikarenakan adanya persaingan ketat pada produk kerajinan rotan dengan negara Vietnam dan China yang terus berkembang. 

Nasib industri rotan indonesia

Meski Indonesia masih menguasai pasar industri rotan secara global, namun keberadaan Indonesia terancam oleh persaingan saat ini. Gejalanya sudah terlihat, hanya terdapat sekitar 17 persen perusahaan mebel rotan yang bertahan di seluruh Indonesia. 40 persen perusahaan lainnya dalam kondisi kritis dan bahkan 43 persen lainnya sudah menutup perusahaannya. 

Baca juga : Terbilang Mahal, Furniture Rotan Indonesia Lebih Terkenal di Mancanegara

Ironisnya, negara lain seperti Vietnam dan China memiliki teknologi yang jauh lebih menunjang untuk menciptakan material yang berkualitas. Adanya kemajuan teknologi yang mereka gunakan dan bahkan bahan baku rotan mentah yang baik menjadi ‘bahan bakar’ yang powerfull.

Kemampuan memproduksi material dengan lebih baik menjadikan industri rotan Vietnam dan China jauh lebih maju dibandingkan Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia juga harus dapat menemukan inovasi cara mengembangkan industri rotan yang lebih baik agar dapat memaksimalkan sumber daya alam yang dimiliki.

Sumber

Hidayat, S. N. (2011, May 18). Meski masih jadi penguasa dunia, industri rotan dalam negeri makin terpuruk. Berita Bisnis dan Industri Terbaru – KONTAN. Retrieved from https://industri.kontan.co.id/news/meski-masih-jadi-penguasa-dunia-industri-ro tan-dalam-negeri-makin-terpuruk-1

Kemenperin: Pengembangan Industri Pengolahan Rotan Indonesia. (n.d.). Kementerian Perindustrian. Retrieved from https://www.kemenperin.go.id/artikel/471/Pengemba ngan-Industri-Pengolahan-Rotan-Indonesia

Kompas Cyber Media. (2021, April 23). 5 Daerah Pengrajin Rotan Di Indonesia. KOMPAS.com. Retrieved from https://amp.kompas.com/skola/read/2021/04/23/1 80153069/5-daerah-pengrajin-rotan-di-indonesia?page=all&__twitter_impression=true

Gambar

https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/perajin-membuat-kerajinan-berbahan-rotan-di-salah-satu-industri-_200302164323-792.jpg