International Inventors Day: Gold Medal dan Special Award TISIAS pada International Investory Day – INNOPA

0
39

International Inventors Day merupakan kompetisi dan pameran internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNhttps://innopa.org/indonesia-inventors-day/OPA) yang terdiri dari pameran terpisah yaitu International Young Inventors Awards (IYIA) untuk pelajar dan World Invention and Technology Expo (WINTEX) untuk mahasiswa. Ajang ini sebagai bentuk apresiasi kepada para inovator di seluruh dunia yang telah mengabdikan diri di bidang inovasi dan penelitian.

Perwakilan Mahasiswa STEM mengikuti Kategori WINTEX International Paper Competition dengan membawakan judul penelitian “Egg Shell Waste as Raw Material of CaO Heterogeneous Catalyst in Biodiesel Production from WCO (Waste Cooking Oil) with Two Stages Process”. Penelitian ini memanfaatkan limbah minyak jelantah yang tidak terpakai dan biasanya dibuang ke lingkungan. Pemakaian berulang kali dapat membawa penyakit seperti kanker, dan membuangnya ke lingkungan akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Maka, Herry, Ayu, Puji, Bella, dan Dhafin mengolahnya menjadi bahan bakar ramah lingkungan yaitu biodiesel, serta memanfaatkan limbah cangkang telur sebagai katalis heterogen CaO yang dapat dipakai beberapa kali sebelum deaktivasi. Disini beberapa mahasiswa angkatan 2020 pun terlibat, tujuannya untuk memperkenalkan dunia penelitian sehingga mereka lebih tertarik untuk berinovasi dan mengikuti kompetisi di kesempatan lainnya.

Penelitian yang sudah dilakukan sejak setahun lalu ini, namun terkendala karena Pandemi akhirnya berhasil mendapat penghargaan Gold Medal kategori WINTEX International Paper Competition dan Special Award dari Toronto International Society of Innovation & Advanced Skill (TISIAS). Tim Mahasiswa STEM mendapatkan apresiasi dari juri karena berdedikasi dalam mengolah limbah untuk energi yang ramah lingkungan dan mendapatkan beberapa saran yang membangun untuk penelitian mereka selanjutnya. Kompetisi ini diikuti oleh 324 Tim yang berasal dari 15 negara di seluruh dunia yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipines, Vietnam, Sri Lanka, Polandia, Turki, Macau, Hong Kong, USA, Ukraina, Yordania, Swedia, Taiwan. Mereka berharap dapat melanjutkan penelitian ini dan menjadikannya sebuah solusi dalam menyelesaikan masalah lingkungan ke depannya.

“Jangan pernah menyerah, jangan jadikan segala hambatan sebagai alasan untuk tidak berjuang. Terus berjuang dan wujudkan segala impian kita dengan usaha.”

Sumber: https://stem.prasetiyamulya.ac.id/

Penulis: Admin STEM Universitas Prasetiya Mulya