GOS: Prebiotik yang Belum Dikenal Luas di Indonesia?

0
100

Halo teman-teman, pasti kamu sering bertanya-tanya dalam diri kamu kenapa ASI dapat meningkatkan imun tubuh bayi dan anak? Pada awal perkembangan kesehatan bayi di awal kehidupannya dipengaruhi oleh air susu ibu (ASI). ASI berperan penting sebagai faktor pendukung rendahnya alergi dan penyakit infeksi serta dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Ternyata, ASI mengandung suatu senyawa prebiotik yaitu Galacto Oligosaccharides (GOS).

GOS memiliki warna putih hingga kuning terang, tidak beraroma, sedikit rasa manis, serta berfungsi sebagai penambah nutrisi. Berdasarkan National Health and Family Planning Commission (NHFPC)di China, GOS memiliki category number 13.01 yang digunakan untuk kategori produk pangan susu formula bayi dan anak-anak dan category number 13.02.01 yang digunakan untuk kategori produk pangan berbasis sereal untuk bayi dan anak-anak.

GOS yang melewati usus besar tidak dicerna, tetapi GOS berperan sebagai prebiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri yang dianggap bermanfaat bagi tubuh.

Prebiotik adalah bahan yang difermentasi secara selektif yang mengakibatkan perubahan spesifik dalam komposisi dan aktivitas mikrobiota gastrointestinal, sehingga berpengaruh positif pada kesehatan inang. GOS merupakan prebiotik yang berinteraksi dengan mikroflora gastrointestinal.

Baca juga : Ayam Probiotik Lebih Sehat?

Konsumsi GOS memberikan stimulasi dan fungsi selektif bifidobacteria dan lactobacillus untuk menjaga mikrobiota yang sehat dan seimbang, serta mengurangi adhesi patogen pada usus dan mengurangi penyakit usus. 

GOS juga memfortifikasi mikrobiota gastrointestinal secara selektif, sehingga memiliki kemampuan mengurangi penurunan kesehatan yang berhubungan dengan penuaan. Pemberian GOS telah terbukti meningkatkan pertumbuhan bifidobakteria pada lansia dan anak-anak serta memperbaiki fungsi imun yang menurun.

Hal yang menarik dari Galakto-oligosakarida ini adalah GOS sendiri terdiri dari gula yang ditemukan secara alami dalam tumbuhan (monosakarida) seperti glukosa dan fruktosa yang dihubungkan dalam rantai, serta GOS dapat kamu temukan secara alami dengan mudah pada  bahan makanan seperti kacang-kacangan, beberapa akar sayuran tertentu, dan susu. GOS juga dapat kamu produksi melalui glikolisis  kimia atau biokatalis.

Proses pembuatan GOS melalui proses kimia. Galakto-oligosakarida diproduksi dari laktosa oleh galaktosidase dalam reaksi terkontrol kinetik antara hidrolisis enzimatik dan transglikosilasi. Prosesnya yaitu laktosa  melalui proses konversi enzimatik, setelah itu terjadi penukaran ion yang akan menghasilkan pre-purified galakto-oligosakarida.

Selanjutnya melalui proses kromatografi dan evaporasi. Proses terakhir yang dilakukan adalah spray drying yang akan menghasilkan bubuk galakto-oligosakarida. Dalam proses tersebut ada 2 hal yang terjadi yakni molekul laktosa akan mengikat galaktosidase, kemudian membentuk kompleks galaktosil-enzim yang melepaskan glukosa. 

GOS mempunyai sifat yang mirip dengan ASI, karena GOS dapat menjadi alternatif ASI untuk memproduksi immunoglobulin A, serta menjadi mediator dalam penyerapan kalsium yang penting dalam pembentukan tulang. Penyakit yang disebabkan alergi umumnya berhubungan dengan kurangnya stimulasi mikroba dalam usus balita. 

Studi menunjukkan bahwa pemberian probiotik beserta GOS sebagai prebiotik menunjukkan angka kemunculan penyakit alergi kulit yang lebih kecil, dan angka kemunculan penyakit yang berhubungan dengan IgE menurun. Bayi yang diberikan probiotik dan prebiotik memiliki Lactobacillus dan Bifidobacterium yang lebih tinggi dalam ususnya, sehingga penyakit eksim pada bayi berisiko terkena eksim dapat dihindari.

Baca juga : Pasteurized Egg, Teknik Simpel yang Ampuh untuk Mengawetkan Telur

Tahukah kamu? Pada tanggal 30 Oktober 2017, keluar pemberitahuan NHFPC No. 8 menyetujui Galacto Oligosaccharides (GOS) menjadi bahan tambahan pangan baru. Status GOS sebagai bahan tambahan pangan saat ini di Amerika serikat adalah Generally Recognized As Safe (GRAS) sehingga diperbolehkan untuk dijual di pasar, sedangkan di negara Jepang mereka lebih maju lagi satu langkah dengan menetapkan GOS sebagai Food for Specific Health Use (FOSHU).

Terakhir, di Uni Eropa mengkategorisasikan GOS sebagai non-novel food karena sudah ada sejak lama sehingga dapat ditambahkan ke makanan tanpa deklarasi spesial dan pengakuan. Untuk status penerimaan GOS di Indonesia masih belum dikeluarkan regulasi dari BPOM dikarenakan masih dibutuhkannya penelitian lebih lanjut mengenai GOS.

Berdasarkan panel European Food Safety Authority (EFSA) mengenai nutrisi, novel foods, dan alergen makanan, takaran sajian GOS yang disarankan adalah 4 gram per sajian dengan 3 sajian per hari. Dosis maksimum GOS yang direkomendasikan untuk dikonsumsi per hari adalah 16.2 gram. 

Apabila GOS dikonsumsi melewati dosis yang tentukan, maka efek samping yang terjadi adalah  perut kembung, kram perut, dan diare. Perlu diperhatikan bahwa GOS harus dihindari penderita autoimun dan alergi Blomia tropicalis.

Produk yang mengandung GOS adalah beberapa jenis susu formula untuk bayi seperti Bebelove, Infatrini, Friso, Enfagrow, Nutrilon, Sereal Arla Baby and Me Organic. Selain itu, ada produk suplemen seperti GOS Suplemen, GNC Prebiotic GOS, Prebiotic XOS+GOS, Organic Baby Rice, Nourishme, dan UPLIFT. 

Hampir seluruh produk tersebut sudah beredar di pasaran Indonesia. Namun, sebenarnya produk ini berasal dari luar negeri seperti Prancis, Australia, Brazil, Amerika Serikat, Denmark, dan China. Negara-negara tersebut menerima GOS sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam susu. Fungsi dari semua produk turunan GOS adalah membantu memperlancar sistem pencernaan dan menyuburkan bakteri-bakteri baik dalam usus. 

Apakah GOS dapat ditemukan di makanan kita sehari-hari? Produk buatan yang mengandung GOS memang belum beredar di pasar Indonesia. Namun, GOS dapat ditemukan dalam makanan tradisional atau pangan hasil olahan yaitu acar, tapai, singkong, tempe, tapai ketan, dan tauco. 

Ditulis oleh Juanito Jeremy, Raelen Angelina Halim dan Verayanti Lumban Batu Mahasiswa Program Studi Food Business Technology angkatan 2020

Referensi

EFSA., NDA., Turck. D., Castenmiller. J., Henauw. S. D. (2020). Safety of a change in the conditions of use of galactooligosaccharides as a novel food ingredient in food supplements pursuant to Regulation (EU) 2015/2283. Diakses pada 12 Desember 2021 dari https://efsa.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.2903/j.efsa.2021.6384

NHFPC News. (2017). NHFPC Approved 6 New Food Additives and 6 Additives with Extended Scope and Usage. Diakses pada 13 Desember 2021 dari https://www.cirs-reach.com/news-and-articles/NHFPC-Approved-6-New-Food-Additives-and-6-Additives-with-Extended-Scope-and-Usage.html

Kukkonen, Anna & Savilahti, Erkki & Haahtela, Tari & Juntunen-Backman, Kaisu & Korpela, Riitta & Poussa, Tuija & Tuure, Tuula & Kuitunen, Mikael. (2007). Probiotics and prebiotic galacto-oligosaccharides in the prevention of allergic diseases: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. The Journal of allergy and clinical immunology. 119. 192-8. 10.1016/j.jaci.2006.09.009.

Torres, D. P. M. (2016). Galacto-Oligosaccharides: Production, Properties, Applications, and Significance as Prebiotics. https://ift.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1541-4337.2010.00119.x.

Tsara. (2018). Carbohydrate Oligosaccharide. Diakses pada 12 Desember 2021 dari https://clubfoodievert.wordpress.com/2018/09/12/carbohydrate-oligosaccharide/

Vera, C. (2016). Synthesis and purification of galacto-oligosaccharides: state.https://www.researchgate.net/publication/309268111_Synthesis_and_purification_of_galacto-oligosaccharides_state_of_the_artof the art

Vulevic, J., Juric, A., Walton, G., Claus, S., Tzortzis, G., Toward, R., & Gibson, G. (2015). Influence of galacto-oligosaccharide mixture (B-GOS) on gut microbiota, immune parameters and metabonomics in elderly persons. British Journal of Nutrition, 114(4), 586-595. doi:10.1017/S0007114515001889

WebMD. (2020). Galacto-Oligosaccharides (Gos) – Uses, Side Effects, and More. Diakses pada 12 Desember 2021 dari https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1462/galacto-oligosaccharides-gos