FUTURE READY-TALENT: PENTINGNYA MAGANG DI MASA KULIAH

0
15

“Kita memasuki era dimana gelar tidak menjamin kompetensi, kita memasuki era dimana kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya, kita memasuki era dimana akreditasi tidak menjamin mutu, ini hal-hal yang harus segera disadari,” Kalimat penggebrak dari Mas Nadiem Makarim. Kalimat ini disampaikan menteri revolusioner ini pada awal masa pembentukan program kampus merdeka yang dijalankannya.

Sejatinya, banyak orang telah menyadari ketidaksesuaian dunia kerja dengan dunia yang dijalani oleh mahasiswa saat ini. Namun, baru saat ini gebrakan disrupsi dalam dunia pendidikan Indonesia dimulai. Apakah semua berjalan mulus? Apakah program ini sudah sempurna? Tentunya tidak. Namun, langkah awal dari program-program ini lebih dari sangat pantas untuk dilaksanakan.

Berbagai program merdeka belajar dari sekian episode telah dirilis. Salah satu program yang menjadi daya tarik mahasiswa adalah program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Program ini menawarkan pengalaman di dunia profesi kepada mahasiswa melalui konversi SKS. Program ini mendisrupsi banyak kampus karena proses magang yang memperbolehkan mahasiswa tidak mengikuti pelajaran di kelas, melainkan magang di industri. 

Berbagai masalah muncul, terutama mahasiswa yang tidak mendapatkan hak penuh untuk mengkonversi SKS pelajaran di kampus. Hal ini banyak disebabkan oleh kurikulum kampus yang belum disesuaikan dengan kampus merdeka. Tidak heran, hal ini dikarenakan program-program ini baru pertama dilaksanakan sehingga perlu penyesuaian. Proses ‘pemaksaan’ untuk berubah ini merupakan disrupsi besar-besaran di dunia perguruan tinggi.

Namun, apakah magang dan studi independent menjadi sangat krusial untuk dijalankan mahasiswa? Tentunya sangat penting. Kenapa? Kembali lagi pada realita saat ini yang menunjukkan ketidaksiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, sehingga setiap perusahaan perlu melakukan training untuk transformasi kompetensi yang signifikan.

Baca juga :Yuk Intip Kisah 14 Mahasiswa Ready Talent Berkat Program Co-op STEM Prasmul

Mengenai gap antara dunia pendidikan dengan dunia kerja memang sudah menjadi rahasia umum. Magang merupakan wadah untuk mengimplementasikan pengetahuan dan pemahaman pada permasalahan nyata dengan tuntutan yang kompleks. Magang juga merupakan experience-based learning pembentuk skillset yang dibutuhkan industri. Bukan hanya kompetensi keahlian atau keterampilan, magang membentuk sikap profesionalitas dan kematangan dalam menghadapi masalah dan menjalankan proyek.

Begitupun dengan studi independen yang memberikan pelatihan skillset yang bersumber dari kerangka kolektif pengetahuan yang dikumpulkan dari pengalaman para praktisi. Pastinya skillset yang diajarkan melalui berbagai metode ini sudah sesuai dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, mereka yang mendaftar tidak harus mahasiswa semester akhir sehingga dapat diikuti oleh mahasiswa tahun awal.

Harapannya, melalui program MSIB ini dapat terbentuk future ready-talent yang diserap industri atau membentuk bisnisnya sendiri. Tentunya tidak semua pemahaman hanya didapat di kelas, bahkan banyak teori yang belum dapat diaplikasikan karena berbagai pertimbangan. Pandangan menyeluruh mengenai masalah merupakan tuntutan pasti yang akan dihadapi.

STEM Prasmul telah menyadari sedari awal prinsip experience-based learning. Sebelum program merdeka, STEM Prasmul memiliki program Co-op yang memungkinkan kamu melaksanakan magang hingga empat kali selama kuliah.

Selain program dalam bentuk kurikulum, Co-op juga dikenal sebagai ‘biro jodoh’ antara mahasiswa dan perusahaan karena dibantu mencari perusahaan, menyiapkan resume, hingga simulasi wawancara. Tertarik berada di lingkungan yang mendukung kamu menjadi future ready talent? Mari bergabung dengan STEM Prasmul, “get your Future Life Skills” . (Jus)