Dua Perwakilan STEM Prasetiya Mulya Raih Medali Emas di ISTEC (International Science Technology Competition)

0
37

Penelitian tim mahasiswa S1 Food Business Technology kembali membanggakan. I Kadek Juni Saputra dan Dewa Restu Putu Adi Widhiana meraih penghargaan Gold Medal kategori sains dalam International Science Technology Competition (ISTEC).

ISTEC (International Science Technology Competition) merupakan kompetisi penelitian di bidang sains, teknologi, dan rekayasa di tingkat internasional. Pada pada  ISTEC 2021 diikuti oleh 67 tim dari 11 Negara untuk 3 kategori (Sains, teknologi, dan rekayasa), yakni Indonesia, Brazil, Meksiko, Paraguay, Yaman, Turki, Mesir, Irak, Azerbaijan, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Mereka melalui beberapa penilaian dalam kompetisi ini, yakni abstrak, poster, dan presentasi. Dengan waktu presentasi yang diberikan 6 menit dan maksimal menggunakan 7 slide, menjadi tantangan untuk Juni dan Restu dikarenakan hasil dan pembahasan penelitian yang cukup kompleks, namun mereka berhasil menjalaninya dengan baik di hadapan dewan juri. dan berhasil mendapatkan penghargaan Gold Medal Award yang bersaing dengan beberapa peserta yang berada dalam kategori Science in College School seperti The Union of Arab Academics, Universitas Negeri Semarang, Universitas Mataram, dan Universitas Andalas.

Pada kompetisi ini, keduanya dapat melakukan penelitian yang paralel dengan mata kuliah elektif. Juni dan Restu mengangkat potensi rumput laut yang melimpah di Indonesia yang belum termanfaatkan dengan baik selama ini. Adanya keterbatasan kegiatan di laboratorium, maka penelitian dilakukan melalui metode in-silico, yaitu dengan simulasi menggunakan komputer.

Mereka mengeksplorasi potensi phytocompounds dalam rumput laut sebagai kandidat anti-colorectal cancer. Colorectal cancer (CRC) merupakan kanker yang ganas dengan jumlah kasus dan tingkat kematian yang tinggi. Selain faktor genetik, gaya hidup dan asupan gizi menjadi faktor terjadinya CRC. Ini disebabkan oleh stress oxidative yang menyebabkan mutasi protein pada jalur pensinyalan beta-catenin. Potensi ini dianalisis melalui daya hambat phytocompounds pada protein β-catenin, Tcf4, CBP, dan TNKsMelalui beberapa metode analisis ditemukan bahwa dari 267 kandidat senyawa yang ada di berbagai jenis rumput laut, terdapat 3 phytocompounds paling potensial, yakni sesartemin, apigenin, dan curcumin.

Melalui kompetisi ini, Juni dan Restu menyebutkan bahwa mereka dapat melakukan penelitian yang memang paralel dengan mata kuliah elektif, walaupun keadaan yang memang kurang mendukung. Mereka belajar banyak dan berharap dapat meneruskan penelitian ini untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi banyak orang.

Sumber: https://stem.prasetiyamulya.ac.id/

Penulis: Admin STEM Universitas Prasetiya Mulya