Dengan Baterai Fluoride, Gadget kalian akan tahan dalam Seminggu

0
35

Sebagai anak yang hidup di era teknologi pasti NextGeners tidak bisa lepas dengan yang namanya gadget, kemana-mana pasti selalu menggengam smartphone milik kalian, di manapun dan kapanpun selalu menemani. Namun yang namanya benda gadget pasti juga membutuhkan daya, semakin sering kalian menggunakannya, semakin sering pula juga kalian mengisi daya baterai gadget tersebut. Mungkin baterai yang tidak dapat bertahan dengan lama adalah salah satu hal yang NextGeners benci.

Apakah NextGeners sempat membayangkan, bagaimana jadinya jika baterai sebuah gadget dapat bertahan lebih lama, kalian hanya perlu mengisi dayanya satu kali dalam seminggu. Para peneliti yang berasal dari California Institute of Technology (Caltech) di Amerika Serikat, menciptakan sebuah baterai yang jauh lebih kuat dari baterai yang ada sekarang ini, jika pada umumnya baterai menggunakan lithium, maka baterai ini akan menggunakan fluoride.

“Baterai fluoride memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi. Artinya, mereka dapat bertahan lebih lama–delapan kali lipat dari baterai yang digunakan saat ini,” kata Profesor Robert Grubbs, ahli kimia dari California Institute of Technology dan penerima Nobel di bidang Kimia pada 2005. “Meski begitu, fluoride bisa sangat sulit ditangani karena ia bersifat korosif dan reaktif,” imbuhnya.

Baterai bekerja dengan memindahkan sejumlah atom ke arah tertentu. Ia kemudian mengumpulkan energi dan melepaskannya ketika muatan tersebut bergerak di antara elektroda dalam larutan cair yang dikenal sebagai elektrolit.

Victoria Davis, pemimpin studi dari University of North Carolina, mampu menemukan pelarut yang dapat digunakan dengan flouride. Elektrolit tersebut dikenal dengan bis(2,2,2-trifluoroethyl)ether atau BFTE, dan telah berhasil menjaga ion fluoride tetap stabil.

Sebelumnya, Tahun 1970, para peneliti berusaha untuk membuat baterai fluoride yang dapat diisi ulang menggunakan komponen padat dan cair, tetapi mereka membutuhkan suhu yang sangat tinggi sehingga belum dapat digunakan dalam perangkat sehari-hari.

Hal itu menjadi cukup menarik bagi para ilmuwan untuk terus melakukan penelitian. “Kami masih dalam tahap awal pengembangan,” kata Simon Jones, seorang ahli kimia di JPL.

Saat ini, para peneliti telah melakukan simulasi untuk mengubah elektrolit, serta meningkatkan kinerja dan stabilitas fluoride. Dalam beberapa tahun mendatang, mungkin penggunaan flouride pada baterai, mungkin akan menjadi hal biasa.

Sejauh ini memang para peneliti masih terus melakukan simulasi dalam hal mengubah elektrolit, serta meningkatkan kinerja dan stabilitas fluoride. Dalam beberapa tahun mendatang. Memang masih belum bisa kita gunakan, tapi kita tunggu saja ya NextGeners, baterai yang dari fluoride ini.

Apakah kalian termasuk NextGeners yang memiliki ide untuk mengembangkan inovasi dalam bidang STEM, seperti yang berhubungan dengan energi? kalau begitu Yuk NextGeners kita tunggu kalian untuk berinovasi di bidang Renewable Energy Engineering

Sumber Referensi:

http://nationalgeographic.grid.id/

https://techno.okezone.com/

https://kumparan.com/

Sumber Gambar:

https://www.sciencealert.com