CU Glasses

0
10

Pada tanggal 15-17 November, kami 4 mahasiswa Product Design Engineering (PDE) angkatan 2018, mengikuti lomba TechInfinity kategori Product Design di Binus ASO, Alam Sutera. Dari Porgram Studi Product Design Engineering Sekolah STEM Terapan Prasetiya Mulya terdapat 2 tim yang masing-masing terdiri atas 2 anggota untuk mengikuti lomba tersebut. Tim Prasmul 1 beranggotakan Darryl Handoyo dan Paulina, sedangkan Tim Prasmul 2 beranggotakan Medelyn Angel Hartono dan Willyon. Kami dari Tim Prasmul 2 akan menceritakan pengalaman kami saat mengikuti lomba TechInfinity hingga dapat meraih Juara Favorit.

Sedikit cerita mengenai perlombaan, awalnya kami diberi tahu bahwa ada perlombaan Product Design Engineering 3D Modelling di Binus ASO. Kami pun tertarik untuk mengikutinya walaupun kami baru belajar sedikit tentang 3D Modelling, namun, kami melihat lomba ini sebagai peluang untuk menambah ilmu dan pengalaman, sehingga kami antusias untuk mengikuti lomba ini.

Pada tanggal 10 November, kami mendaftarkan diri kami dalam lomba TechInfinity Binus ASO. Hari itu pun, kami diberi tahu saat technical meeting bahwa tema lomba adalah Wearable Gadgets. Kami diminta untuk membuat suatu 3D Modelling Design dengan tema tersebut. Lalu, kami juga diberi tahu bahwa software yang akan digunakan adalah Sketch Up. Karena software yang dipakai di Prasetiya Mulya berbeda, maka kami harus menguasai software Sketch Up dalam waktu yang sangat singkat. Setelah berdiskusi, kami merancang suatu produk bernama CU Glasses. Di era globalisasi ini, masyarakat Indonesia sangat menikmati kemudahan transportasi online.

Tapi, sadarkah kalian bahwa masih banyak driver online yang tidak mementingkan keselamatan penumpangnya? Apakah kalian sering melihat para driver online sering memainkan handphone nya saat mencari arah sambil menyetir? Dari data yang kami dapat, 30% kecelakaan lalu lintas di Jakarta terjadi hanya karena handphone. Dari sinilah ide kami muncul. Kami membuat suatu produk kacamata dengan teknologi Augmented Reality (AR) yang mana di khususkan untuk penggunaan oleh driver online. Kacamata ini bernama CU Glasses. CU Glasses merupakan kacamata yang dapat menunjukan arah menuju lokasi tujuan. Dengan menggunakan teknologi AR, pandangan pengemudi pun tak akan terhalang oleh penunjuk arah tersebut. Dilengkapi juga dengan fitur call receiver dan juga camera 5 MP pada CU Glasses.

Lalu di hari pertama, kami membuat modeling dari CU Glasses dengan software Sketch Up. Dengan waktu yang ada, kami berusaha semampu kami membuat design sebaik mungkin. Namun, pada saat pengecekan dasar 3D Printing, ternyata design kami bocor sehingga nantinya produk kami akan mempunyai kerusakan. Namun, berkat bantuan dari tim panitia, kami dapat mengatasi kebocoran tersebut. Sungguh, kami sangat panik karena kemungkinan, design 3D kami tidak dapat di print. Tapi kami dapat mengatasinya dengan baik.

Di hari kedua, lomba dilanjutkan dengan Study Case. Kami diminta untuk membuat suatu inovasi headphone yang dapat memecahkan 5 masalah. Masalah tersebut berkaitan dengan kenyamanan pengguna berkacamata, kurangnya portabilitas mayoritas headphone, suara yang dihasilkan dapat menyakiti telinga, dan gangguan suara bagi orang sekitar. Kami pun mendesign suatu headphone yang dapat memecahkan masalah-masalah tersebut. Lalu, kami harus mempresentasikan di depan juri. Kami sungguh kecewa dengan pendapat para juri yang mengatakan bahwa kami kurang berani dalam menuangkan ide. Kami akui, kami memang kurang berkreasi, sehingga pendapat para juri tersebut pun kami dengarkan dengan saksama dan kami belajar dari kesalahan kami.

Di hari terakhir, kami harus mempresentasikan hasil 3D Printing kami dengan tema Wearable Gadgets di hadapan para juri. Jujur, kami sangat gugup karena harus menggunakan Bahasa Inggris, namun kami dapat menyampaikan materi CU Glasses kami dengan baik. Sang juri pun senang dengan perkembangan kami. Perlombaan ini memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Kami belajar cara bekerja sama, berpikir menggunakan analytical thinking, dan berkomunikasi dengan baik antar sesama. Kami juga belajar bahwa untuk menang, kami membutuhkan bantuan dukungan dari teman-teman kami. Tanpa dukungan mereka, kami tidak mungkin menang. Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman yang sudah membantu mendukung maupun yang belum, tanpa kalian, kami tidak dapat memenangkan Juara Favorit.

Artikel ini ditulis oleh Medelyn Angel Hartono dan Willyon (Mahasiswa STEM Prasetiya Mulya, Program Studi Product Design Engineering Angkatan 2018)