Ciptakan Alat Smart Micro Biodiesel Reactor , Mahasiswa STEM Prasmul Ini Ubah Minyak Jelantah Jadi Berkah.

0
46

Tangerang, Nextgen – Selama ini pengolahan minyak jelantah di Indonesia masih belum maksimal. Padahal jelantah dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomis yaitu biodiesel. Melihat hal tersebut dua mahasiswa prodi Renewable Energy Engineering (REE) STEM Prasetiya Mulya menghadirkan alat inovatif bernama Smart Micro Biodiesel Reactor (SMBR) yang bisa membantu pengolahan minyak jelantah bahkan dari rumah. Yuk simak ulasannya di artikel ini!

Indonesia ‘banjir’ minyak jelantah yang terbuang percuma

Courtesy of https://food.detik.com/

Ayo siapa di antara kamu yang suka makanan digoreng?

Kebanyakan orang Indonesia menyukai jenis makanan yang digoreng. Mulai dari bahan makanan seperti tahu, ayam, sayur, bahkan buah sekalipun dapat diolah dengan menggunakan minyak. Karenanya gak mengherankan jika konsumsi minyak di Indonesia cukup besar. Kebiasaan tersebut menyebabkan jumlah minyak jelantah di Indonesia jadi melimpah.

Banyaknya minyak jelantah yang tidak dimanfaatkan secara baik tentu sangat disayangkan. Alasannya karena jelantah dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomis, salah satunya biodiesel. Menurut data kajian awal TNP2K dan Traction Energi Asia konsumsi minyak goreng sawit nasional mencapai 16,2 juta kilo liter (KL). Potensi minyak jelantah yang dihasilkan dari konsumsi tersebut ada pada kisaran 6,46 – 9,72 juta KL.

Tapi dari angka tersebut hanya tiga juta KL yang berhasil dikumpulkan. Pada akhirnya jumlah total yang dapat terkumpul dan diolah menjadi biodiesel hanya 570 KL. Rendahnya jumlah minyak jelantah yang terkumpul disebabkan karena belum ada mekanisme pengumpulan minyak jelantah baik dari restoran, hotel dan rumah tangga.

Selain itu keterbatasan pengolahan jelantah juga terletak pada sistem pengolahan yang terpusat. Saat ini, minyak jelantah dikumpulkan pada satu tempat sebelum dikonversi menjadi biodiesel. Sistem tersebut tentunya tidak mampu menyerap jumlah minyak jelantah yang ada karena keterbatasan penyimpanan.

Mahasiswa STEM Prasmul ciptakan alat konversi minyak jelantah jadi biodiesel yang bisa dioperasikan dari rumah

Bentuk dan Fitur-fitur Smart Micro Biodiesel Reactor (SMBR)

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa STEM Prasmul menciptakan Smart Micro Biodiesel Reactor (SMBR). SMBR merupakan alat konversi minyak jelantah menjadi biodiesel yang dilengkapi Automation dan Machine Learning. Dengan fitur tersebut, alat ini sangat mudah untuk dioperasikan oleh siapa saja. Selain itu, ukuran alat ini tidak terlalu besar sehingga cocok untuk skala rumahan.

Proyek ini dikerjakan oleh Fernando (Ando) dan Glenaldi Karim (Glen) yang merupakan mahasiswa prodi Renewable Energy Engineering (REE) prasmul. Perancangan alat ini ia mulai sejak awal januari 2021 dan berhasil sampai tahap prototyping pada awal Juli 2021. Ando dan Glen dibimbing oleh Bapak Fidelis Simanjuntak yang merupakan salah satu Faculty Member (FM) prodi REE.

Saat ini, proyek tersebut sudah sampai pada tahapan validasi. Pada tahap ini dilakukan pengecekan kualitas biodiesel yang dihasilkan dan pengoptimalan proses konversi. Namun, sayangnya proyek ini belum bisa dikomersilkan karena membutuhkan pendanaan lebih untuk bekerja sama dengan developer.

Jika, SMBR berhasil mendapat pendanaan dan siap dikomersilkan, tentunya ini merupakan kabar baik bagi indonesia. Serapan minyak jelantah akan semakin banyak sehingga produksi biodiesel akan meroket. Hal tersebut juga tentunya dapat menopang perekonomian indonesia.

Sumber

https://ebtke.esdm.go.id/post/2020/12/07/2725/minyak.jelantah.sebuah.potensi.bisnis.energi.yang.menjanjikan?lang=en