Cerita Tim Prasmul Mengabdi di Desa Menggala, Lombok Utara

0
26
Dokumentasi Tim PKM Desa Menggala, Prasmul
Dokumentasi Pelatihan pada Pemilik Usaha Gula Aren

Apakah kamu sudah pernah mendengar tentang Desa Menggala? Tempat ini merupakan salah satu desa di Lombok Utara yang cukup banyak memiliki petani aren dan usaha gula aren. Sepuluh (10) usaha dikumpulkan pada tanggal 17 November lalu. Pada hari itu, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Prasetiya Mulya mulai memberikan pelatihan/penyuluhan di Desa Manggala.

Membangun Keamanan dan Mutu Gula Aren Desa Menggala

Dokumentasi Pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga

Di hari pertama, tim PKM yang beranggotakan empat orang ini melaksanakan pelatihan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan label/kemasan pangan. Tujuan dari PKM ini memang lebih fokus pada pengembangan penjaminan keamanan dan mutu pangan, khususnya gula aren. CPPOB berisikan prinsip-prinsip produksi yang menjadi pemandu proses produksi yang aman dari kontaminasi mikroba, fisik, maupun secara kimia.

Di sisi lain, sebagai produk komersial yang sedang naik daun, kemasan dari produk gula aren menjadi aspek penting. Selain secara estetika, label pangan memiliki aturan yang masih jarang diketahui oleh usaha kecil. Sehingga, adanya pelatihan kepada pemilik usaha produksi gula aren dapat meningkatkan keamanan dan mutu produk yang berujung pada kesejahteraan masyarakat Desa Manggala.

Memberikan Best Practice Usaha Gula Aren

Dokumentasi Pemberian Penghargaan Kepada Bapak Rizani Selaku Pembicara Materi Kewirausahaan pada Usaha Gula Aren

Hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan langsung pada beberapa lokasi produksi gula aren di Desa itu. Kunjungan ini tentunya penting untuk menghubungkan praktik di lapangan dengan materi pelatihan di hari sebelumnya yang cenderung bersifat teoritis. Sebagai tim yang terbentuk dari dosen (faculty member) dan mahasiswa dari program Food Business Technology, aspek operasional usaha pangan menjadi bagian dari keahliannya. Tim ini terdiri dari Ibu Dwining Putri Elfreide, Ibu Fransisca Wijaya, Kadek Agus Prabawa, dan Ni Nengah Ari Widiastuti.

Selain dilakukan kunjungan, dilaksanakan juga pelatihan kewirausahaan yang mendatangkan Bapak Rizani. Beliau merupakan salah satu pemilik usaha produksi gula aren yang telah mendapatkan pelatihan Kemenperin. Produk Pak Rizani juga merupakan gula aren dengan merek King Aren, namun produksinya di daerah yang berbeda. Langkah ini diambil untuk memberikan best practice seorang pengusaha dengan latar belakang yang serupa.

Konstruksi Dampak yang Bekelanjutan

Dokumentasi Diskusi Tim PKM Prasmul dengan Pemilik Usaha Produksi Gula Aren di Desa Menggala

Tak puas memberikan ilmu yang bersifat praktis, tim ini membina salah satu dari sepuluh pemilik usaha gula aren untuk dibina lebih lanjut sebagai bagian dari strategi berkelanjutan. Melalui penilaian yang komprehensif, dipilih Bapak Syahirudin untuk dibina lebih lanjut. Pembinaan lanjutan mencakup pengembangan proses produksi, pengadaan fasilitas produksi, kemasan pangan, dan pembentukan merek, dan sarana pemasaran lainnya.

Sebelumnya Bapak Syahirudin belum memiliki nama untuk gula aren buatannya. Tentunya, hal ini bukan berita baik sehingga tim bersama Pak Syahirudin berdiskusi yang melahirkan nama Sasak Aren. Merek gula aren ini dipilih dari nama suku setempat, yakni suku Sasak. Harapannya, selain meningkatkan keamanan dan mutu produk melalui pembenahan proses produksi, kegiatan ini dapat berdampak secara berkelanjutan pada usaha gula aren Pak Syahirudin dan memberikan atmosfer positif bagi pengusaha lainnya.

Program ini merupakan bentuk kepedulian Universitas Prasetiya Mulya untuk membangun masyarakat. Sebagai salah satu tri dharma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat merupakan elemen yang penting. Kontribusi nyata Prasmul dilakukan melalui pendanaan empat kelompok PKM, salah satunya adalah kisah dari Desa Menggala ini (Jus).