Cerita Inspirasi Gede Herry di Indonesia Science Day 2018

0
37

Beberapa hari yang lalu STEM-Z berkunjung ke acara Indonesia Science Day 2018 pada hari Jumat 20 April yang berlokasi di PP IPTEK, Taman Mini Indonesia Indah. Acara Indonesia Science Day 2018 merupakan kegiatan yang diadakan dalam rangka ulang tahun dari PP-IPTEK Kemenristekdikti ke 27 yang jatuh pada tanggal 20 April. Indonesia Science Day ini diadakan pada tanggal 20 April-22 April 2018 dengan mengusung tema “Science and Technology for Sustainable Life”.

Dalam rangkaian kegiatan Indonesia Science Day 2018. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga ikut berpartisipasi dengan menyelenggarakan Talkshow “Inspirational Talk With Future Scientist”, dimana pengisi acara Talkshow tersebut adalah para remaja berprestasi di bidang sains dan teknologi dimana mereka berbagi pengalaman dan cerita mereka menjadi pemenang dan peneliti muda. Salah satu dati narasumber yang ikut berpartisipasi adalah NextGeners kita Gede Herry Arum Wijaya yang sekarang sedang mengenyam pendidikan di Sekolah Ilmu Terapan STEM Prasetiya Mulya di Program Studi Teknik Energi Terbarukan (Renewable Energy Engineering).

Herry merupakan salah satu NextGeners kita yang berprestasi. Dia berhasil meraih Gold Medal di ajang International Exhibition for Young Investor (IEYI) 2017 di Jepang. Dalam Talkshow tersebut Herry berbagi cerita mengenai inovasi yang berhasil membuatnya memperoleh Gold Medal dalam ajang IEYI 2017 yaitu Smart Trash Can.

Dalam Talkshow tersebut Herry menceritakan bagaimana dia berhasil membuat Smart Trash Can. Produk yang dihasilkan ini tidak dibuat oleh Herry seorang diri, seperti yang dia sampaikan dalam Talkshow, Herry membuat Smart Trash Can bersama dengan satu rekannya. Ide awal dari Smart Trash Can adalah atas keperdulian Herry akan sampah, banyak masyarakat yang tidak sadar dalam membuang sampah. Mereka tidak membedakan/memilah antara sampah organik, non organik, dan sebagainya, sampah itu kemudian terus menumpuk dan berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), padahal masih banyak sampah yang masih dapat diolah, seperti sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk kompos.

Di Talkshow tersebut Herry juga menampilkan video bagaimana cara kerja dari Smart Trash Can. Tempat sampah cerdas ini memiliki 4 tong sampah, yang tersusun dari 4 kategori sampah (organik, plastik, metal, dan kaca). Di bagian depan terdapat sebuah sensor yang akan membaca nilai kapasitansi dari tiap sampah yang akan dibuang, lalu terdapat motor servo yang berfungsi untuk membuka tutup tong sampah secara otomatis sesuai dengan jenis sampah yang akan dibuang. Smart Trash Can tidak akan terbuka jika sampah-sampah tersebut tidak dipilah terlebih dahulu, ia akan tetap tertutup rapat dan hanya akan terbuka jika sudah sesuai kategori.

Masalah di Indonesia tidak semua orang tua mengajarkan anak-anaknya sejak dini untuk memilah sampah, karena anak-anak tidak tahu akan perihal memilah sampah, maka akhirnya mereka akan jadi terbiasa untuk membuang sampah secara sembarang tanpa memperdulikan kategorinya. Dengan adanya Smart Trash Can, Herry berharap dapat membiasakan masyarakat sejak dini untuk memilah sampah sebelum dibuang.

Dalam acara tersebut Herry mengatakan pesan  tidak usah memulai dari hal yang besar seperti membuat roket, buatlah dari hal yang kecil dan bermanfaat untuk sekitar. Di akhir acara Herry juga berpesan kepada para hadirin acara Talkshow , “Perduli terhadap lingkungan, gagal-gagal bangkit lagi, jika menemukan masalah jangan dihindari, hadapi masalah itu, karena kita hidup lahir bersama masalah dan kita hidup untuk mnenyelesaikan masalah tersebut”.

Banyak hal Inspirasi yang bisa kita ambil dari cerita Herry ini, kalau begitu yuk NextGeners kita juga harus semangat dalam melakukan inovasi-inovasi lainnya dan jangan lupa share cerita inovasi kalian disini .