Asspic (Auto Smart Solar Hydroponic)

0
10

Asspic adalah inovasi metode pertanian hidroponik dengan bantuan sistem otomasi yang terhubung dengan gawai pemilik hidroponik, serta terdapat solar PV sebagai penyedia energi pada perangkat ini. Secara garis besar ada empat komponen yang menyusun sistem ini yaitu sistem hidroponik, sistem automasi yang terdiri dari komponen input, output, sistem aplikasi monitoring, serta sistem panel surya sebagai penyedia energi.Sistem input terdapat sensor cahaya matahari, kelembaban, suhu, dan pH air. Semua hal tersebut akan ditampilkan pada interface ponsel pintar masing-masing petani hidroponik. Ketika terjadi suatu masalah pada sistem hidroponik seperti pH air yang tidak normal, petani akan mendapatkan notifikasi mengenai kondisi tanaman hidroponiknya. Adapun beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mengontrol sistem hidroponik tersebut yaitu mematikan pompa air, menghidupkan blower, dan menghidupkan lampu UV. Sumber energi yang digunakan berasal dari Solar PV yang ramah ligkungan.

Pada kesempatan kali ini saya berhasil membawa ide inovasi saya ini menuju Grand Final Olimpiade Mahasiswa I di Universitas Udayana yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika. Dari puluhan pendaftar, disaring menjadi 10 Finalis dengan karya esai terbaik. Di sesi final dilakukan presentasi untuk penilaian akhir.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan dalam mengikuti kompetisi ini. Sebelumnya saya kurang PD(Percaya Diri) dalam mengikuti kompetisi ini karena saya masih terhitung mahsiswa yang cukup muda di semester 3, sedangkan lawan saya kebanyakan sudah semester 5 dan 7. Mereka sudah memiliki banyak pengalaman di bidang esai dan presentasi, bahkan ada beberapa yang sudah pernah presentasi di Final PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Tapi semua itu tak mematahkan semangat saya, banyak teman-teman serta civitas kampus yang memberikan dukungan baik berupa semangat dan motivasi. Saya merasa bahwa kesempatan ini tak harus disia-siakan hanya karena saya merupakan pemain baru dalam kompetisi ini. Dengan penuh perjuangan, serta berbagai latihan, akhirnya saya dapat meraih Juara 1 pada Olimpiade Mahasiswa I. Tak menyangka saya dapat mengalahkan jawara-jawara tersebut, terlebih lagi yang sudah juara pada kompetisi sekelas PIMNAS. Terlebih lagi persiapan presentasi bersamaan dengan UTS yang membuat konsentrasi terbagi menjadi dua arah. Tapi, saya sendiri punya prinsip untuk “Jangan membatasi tantangan mu, tapi tantanglah batas diri kita sendiri”. Kepercayaan itu terus tumbuh sehingga saya mampu melakukan itu semua. Tak terlepas juga dari doa-doa dan dukungan semua pihak sehingga saya dapat mencapai ini semua.

Artikel ini ditulis oleh Gede Herry Arum W (Mahasiswa STEM Prasetiya Mulya, Program Studi Renewable Energy Engineering Angkatan 2017)