Pizza Panas Bumi (Geothermal Pizza)

0
281

Energi panas bumi atau geothermal energy merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat diaplikasikan baik secara langsung ataupun tidak langsung. Contoh pemanfaatan secara tidak langsung yaitu pembangkitan listrik tenaga panas bumi, seperti yang terdapat pada PLTP Kamojang Garut, PLTP Darajat Garut, PLTP Lahendong Sulawesi Utara, dan lain-lain. Adapun contoh pemanfaatan langsung yaitu permandian air panas, pengeringan kopra, pemasakan jamur dan lain-lain.

Selain contoh yang telah disebutkan di atas, salah satu aplikasi pemanfaatan langsung energi panas bumi yang happening di Naples, Italy, yaitu oven untuk pembuatan Pizza. Restoran Le Sorelle Bandiera memfermentasikan adonan dasar pizza di dalam goa yang tersusun atas batuan tuff selama 36 jam. Karakteristik kimia dan fisika batuan tuff tersebut menjadikan goa ini sangat efektif untuk meminimalkan temperatur dan kelembaban sehingga memudahkan dalam mengontrol kedua parameter tersebut. Kondis konstan ini sangat dibutuhkan untuk proses pembuatan adonan pizza, terutama pada saat fermentasi berlangsung. Semakin panas suhu ruangan, semakin cepat proses fermentasi di dalam adonan pizza. Sebaliknya, semakin dingin suhu ruangan semakin lama proses fermentasinya. Kelembaban udara juga mempengaruhi kualitas roti. Suhu ruangan 35°C dan 75% kelembaban udara adalah kondisi yang ideal dalam proses fermentasi adonan pizza. Kondisi inilah yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pizza untuk menghasilkan sifat sensori yang pas, baik dari segi tekstur, warna maupun rasa.

Oven panas bumi ini umumnya digunakan untuk memproduksi pizza selama 24 jam hingga 48 jam dalam ruangan berdinding tuff.

Video Geothermal Pizza dapat dilihat di http://www.dw.com/en/geothermal-pizza/a-36519904