Apa Itu Food Technopreneur?

0
269

Food technopreneur adalah bisnis pangan yang dibangun berdasarkan keahlian yang berbasis pada pendidikan atau pelatihan. Mereka tidak sekedar menggunakan jaringan, lobi, dan pemilihan pasar secara demografis tetapi juga teknologi pangan sebagai unsur utama dalam pengembangan produk suksesnya. Inovasi dan kreativitas sangat mendominasi untuk menghasilkan produk-produk pangan yang unggul.

Penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya jumlah food technopreneur akan meningkatkan perekonomian suatu negara. Technopreneur memiliki karakteristik yang berbeda dengan entrepreneur. Salah satunya adalah pengembangan inovasi yang menjadikan masyarakat dan bisnis berubah ke arah yang lebih baik.

 

Sekarang, bagaimanakah food technopreneur di Indonesia?

Food technopreneur di Indonesia saat ini memang sudah ada, namun jumlahnya tidak banyak dan tidak memberikan manfaat yang signifikan. Sekarang mulai berkembang perusahaan-perusahaan start-up berbasiskan teknologi dan inovasi  menciptakan produk-produk pangan baru berbahan baku pangan lokal yang bersaing secara global. Mereka banyak yang usianya relatif muda memulai bisnis di bidang food technopreneurship. Para food technopreneur ini merupakan aset yang berharga bagi negara karena tanpa food technopreneur pengelolaan sumber daya pangan lokal akan sulit berkembang dan bersaing dengan negara-negara yang sudah maju. Untuk membangun negara ini, Indonesia membutuhkan food technopreneur yang handal dalam jumlah besar.  Tetapi dari manakah munculnya food technopreneur yang handal tersebut? Tentunya food technopreneur yang handal tidak muncul dengan sendirinya, melainkan butuh dilatih dan diajarkan jiwa technopreneurshipnya terutama dari sarjana-sarjana teknologi pangan untuk mendorong perekonomian Indonesia dengan cepat supaya dapat menjadi pemimpin di pasar global.

 

Mencetak Food Technopreneur

Dalam mempersiapkan mahasiswa Program Studi Food Business Technology  Universitas Prasetiya Mulya menjadi  Food  Technopreneur yang handal, mahasiswa dibekali ilmu, teknologi, dan wawasan bisnis pangan serta  pengalaman praktis di lapangan.  Food technopreneur yang dapat menerapkan prinsip-prinsip ilmu, teknologi dan bisnis secara komprehensif dalam kegiatan proses produksi dan pemasaran produk pangan sehingga mereka dapat mengenal sedini mungkin kondisi nyata industri pangan.

Ada tiga Kompetensi lulusan Program Studi Food Business Technology Universitas Prasetiya Mulya yang diselaraskan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yaitu :

  1. Menguasai pengetahuan tentang prinsip-prinsip ilmu, teknologi dan bisnis pangan untuk menciptakan bisnis pangan yang berbasis teknologi.
  1. Mampu merancang proses untuk memberi nilai tambah terhadap bahan pangan local berdasarkan prinsip ilmu, teknologi, dan bisnis pangan dengan memadukan berbagai unit operasi dan bisnis untuk menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu dan mempunyai nilai jual yang kompetitif di pasar global.
  1. Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan tentang aspek teknis dan non-teknis dibidang pangan, berfikir secara kritis dan bertanggung jawab. Mampu bekerja secara mandiri dan juga mampu berinteraksi dengan orang yang berbeda latar belakang, terampil dalam berorganisasi, mampu memanfaatkan sumber-sumber informasi, serta memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan nilai-nilai etika dalam bekerja dan berbisnis.

 

*artikel dari Dr. Ir. H. Kaseno, M.Eng, STEM Faculty Member